Aesna, konon ia mencari nama penanya dengan kontemplasi yang sangat lama di pinggiran Danau Cipondoh. Dari danaunya berwarna biru bening sampai mendekati kehitaman. Hidup dengan menggantungkan harapan pada Tuhan dan alam, maka ia memilih hidup nomaden sebab harapannya kadang berpindah dari jiwa yang satu ke jiwa yang lain; ia meyakini bahwa semua yang ada di alam pantas diberi harapan. Tidak terlalu menyukai buku bagus kecuali buku itu murah dan dapat dibeli dengan tingkat kebutuhan sekunder dibawah membayar tagihan listrik dan air. Tidak terlalu menyukai film bagus kecuali film itu dapat diunduh cuma-cuma dari media lokal dengan kecepatan akses wi-fi up to 2mbps. Menyukai vanilla latte dengan segala kemanisan yang dibuat-buat di atas kenyataan yang jelas-jelas pahit.