Margins
AIN book cover
AIN
Akademi Intelejen Nasional: Yang Terbaik Tak Selalu Jadi Pemenang
2016
First Published
3.67
Average Rating
445
Number of Pages

Kau tidak akan pernah tahu siapa sebenarnya kawan dan siapa yang lawan. Cakra, seorang siswa SMA yang sangat pandai dan disukai banyak orang. Meski prestasinya sangat tinggi, ayahnya yang keras memaksa dia untuk masuk ke jurusan bisnis, sementara ibunya ingin agar Cakra mengambil jurusan kedokteran. Sementara Cakra sendiri sejak kecil memiliki ambisi menjadi seorang polisi, akibat pengalaman buruk pada masa lalu. Cakra yang merasa keluarga adalah hal yang harus diutamakan berusaha mencari cara mendapatkan beasiswa kuliah di kedokteran. Hingga akhirnya, saat sedang mencari info beasiswa yang tak kunjung didapatkan, Cakra menemukan website yang menawarkan beasiswa gratis serta tunjangan bagi keluarga dan pekerjaan terjamin setelah lulus jika berhasil lolos dalam seleksi masuk. Tertera nama Akademi Intelijen Nasional. Cakra menganggap hal tersebut kekonyolan semata, ia iseng mendaftarkan diri karena yakin website tersebut hanya lelucon. Beberapa hari setelahnya, Cakra yang sedang berada di sebuah kafe bersama Leony, sahabatnya, tiba-tiba diculik dan dibuat tidak sadarkan diri oleh orang yang tidak dia kenal. Saat tersadar, dia sudah berada di sebuah tempat misterius dengan sebelas orang lain yang ternyata mengalami penculikan serupa. Terdengar pengumuman dari mikrofon, bahwa mereka semua adalah peserta seleksi tahap dua Akademi Intelijen Nasional. Kedua belas orang terpilih yang berkumpul saat itu harus menghadapi berbagai tahapan seleksi yang telah disiapkan oleh sang penyelenggara. Banyak kejutan dan jebakan yang menunggu di depan mata. Adakah yang benar-benar mampu bertahan dan jadi yang terpilih? -Codex Literary Agency-

Avg Rating
3.67
Number of Ratings
6
5 STARS
17%
4 STARS
50%
3 STARS
17%
2 STARS
17%
1 STARS
0%
goodreads

Author

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved