
"Hidup terkadang hanya upaya mempersedikit kesakitan." Bagaimana perasaanmu jika harus membunuh gajah kesayanganmu? Bagaimana jadinya jika pelaku kekerasan seksual tak diadili hanya karena ia pemimpin sekte akhir zaman yang memiliki kesaktian? Apa rasanya jika kau terus mencintai orang yang sudi menjualmu, tega melukaimu, dan merampas hasil karyamu dalam lingkaran takdir tak berkesudahan? Apa yang harus kau lakukan jika orang yang kau sayang mendapat kekerasan berulang dari pasangan, tetapi ia tetap tak ingin meninggalkannya? Lantas, mengapa ibu mencabuti sayap kupu-kupu? Akhir sang Gajah di Bukit Kupu-Kupu karya Sasti Gotama menyajikan dua puluh cerita yang akan membuat pembaca mempertanyakan ulang apa artinya menjadi manusia. Dengan gaya penceritaan yang memikat, Sasti mengajak pembaca tertawa getir dan menangis ketika mengikuti pelbagai pengalaman manusia.
Author
Sasti Gotama adalah seorang dokter yang mencintai aksara. Ia gemar mengintip sisi tergelap jiwa manusia dan melukiskannya dalam deretan karya. Karyanya telah dibukukan dalam Kumpulan Cerita Penafsir Mimpi (Indigo Publisher, 2019). Cerpen-cerpennya telah tersiar di media cetak dan media online Indonesia. Bukunya, Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam (Diva Press, 2020), masuk dalam 5 besar buku sastra pilihan Tempo 2020, menjadi nominee Penghargaan Sastra Badan Bahasa Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2021, dan pemenang I Hadiah Sastra “Rasa” 2022.