Margins
Akhirnya, Rubaiyat Den Sastro Tiba book cover
Akhirnya, Rubaiyat Den Sastro Tiba
2025
First Published
5.00
Average Rating
84
Number of Pages
Den Sastro meninggal juga, akhirnya. Di sebuah laci di lemari kamar tidurnya ditemukan berkas-berkas kertas yang bertulisan tangan, sejumlah sajak. Mungkin kata mereka sajak-sajak itu ada kaitannya dengan seorang perempuan bernama Rahayu, tokoh rekaan dalam benak lelaki tua itu. Sajak-sajak itu tampaknya terpisah-pisah dan tidak jelas urutannya, karenanya diberi nomor saja
Avg Rating
5.00
Number of Ratings
5
5 STARS
100%
4 STARS
0%
3 STARS
0%
2 STARS
0%
1 STARS
0%
goodreads

Authors

Dorothea Rosa Herliany
Dorothea Rosa Herliany
Author · 7 books

Dorothea Rosa Herliany (lahir di Magelang, Jawa Tengah, 20 Oktober 1963) adalah seorang penulis dan penyair Indonesia. Setamat SMA Stella Duce di Yogyakarta, ia melanjutkan pendidikan ke Jurusan Sastra Indonesia, FPBS IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta (kini Universitas Sanata Dharma) dan tamat dari sana tahun 1987. Ia mendirikan Forum Ritus Kata dan menerbitkan berkala budaya Kolong Budaya. Pernah pula membantu harian Sinar Harapan dan majalah Prospek di Jakarta. Kini ia mengelola penerbit IndonesiaTera di Magelang. Ia menulis sajak dan cerpen. Kumpulan sajaknya: Nyanyian Gaduh (1987), Matahari yang Mengalir (1990), Kepompong Sunyi (1993), Nikah Ilalang (1995), Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999), dan Kill the Radio (Sebuah Radio, Kumatikan; edisi dwibahasa, 2001). Kumpulan cerpennya: Blencong (1995), Karikatur dan Sepotong Cinta (1996).

Dee Lestari
Dee Lestari
Author · 20 books

Dee Lestari, is one of the bestselling and critically acclaimed writers in Indonesia. Born in January 20, 1976, she began her debut with a serial novel: Supernova in 2001. Supernova’s first episode, Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (The Knight, The Princess, and The Falling Star), was sold phenomenally, achieving a cult status among Indonesian young readers. She has published four other episodes: Akar (The Root), Petir (The Lightning), Partikel(The Particle), and Gelombang (The Wave). Aside of the Supernova series, Dee has also published a novel titled Perahu Kertas (Paper Boat), and three anthologies: Filosofi Kopi (Coffee’s Philosophy), Madre, and Rectoverso—a unique hybrid of music and literature. Dee also has an extensive music career, producing four albums with her former vocal trio, and two solo albums. She has been writing songs for renowned Indonesian artists. Perahu Kertas (Paper Boat) was turned into a movie in 2009, marking Dee’s debut as a screenplay writer. The movie became one of the national's block busters. Following the same path, Madre, Filosofi Kopi, Madre, and Supernova KPBJ, were made into movies. In February 2016, Dee released the final episode of Supernova, Inteligensi Embun Pagi (Intelligence of the Morning Dew). All Dee’s books are published by Bentang Pustaka.

Hilmar Farid
Hilmar Farid
Author · 2 books

Hilmar Farid adalah sejarawan, aktivis, dan pengajar. Ia senang memasak, berenang dan bermusik untuk mengisi waktu senggang. Menyelesaikan studi S-1 di Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia (1993) dengan skripsi tentang politik bahasa kaum pergerakan di masa kolonial. Setelah lulus, dia mendirikan Jaringan Kerja Budaya bersama beberapa orang seniman, pekerja budaya dan peneliti di Jakarta. Dia sempat bekerja dan mengajar di Institut Kesenian Jakarta (1995-1999), memimpin Institut Sejarah Sosial Indonesia (2002-2007), dan menjadi ketua Perkumpulan Praxis sejak 2012. Dia aktif dalam Inter-Asia Cultural Studies Society, Asian Regional Exchange for New Alternatives (ARENA) dan gerakan kemanusiaan di Indonesia dan Timor Leste. Tulisannya mencakup ”Kolonialisme dan Budaya: Balai Pustaka di Hindia-Belanda,” untuk majalah Prisma (1991); ”Covering Strikes: Indonesian Workers and Their Media” (1997); ”The Struggle for Truth and Justice in Indonesia: A Survey of Transitional Justice Initiatives throughout Indonesia” (2004); Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (2004); ”The Class Question in Indonesian Social Sciences”, dalam buku berjudul Social Science and Power in Indonesia (2005); ”Indonesia’s Original Sin: Mass Killings and Capitalist Expansion, 1965-66” (2005); dan ”Batjaan Liar in the Dutch East Indies: A Colonial Antipode” (2008). Pada 31 Desember 2015, ia dilantik menjadi Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia.

Adimas Immanuel
Adimas Immanuel
Author · 10 books

Adimas Immanuel adalah serorang penyair dan novelis Indonesia. Ia lahir di Solo, 8 Juli 1991. Tulisan-tulisannya beredar di berbagai surat kabar nasional dan lokal. Karya-karyanya pernah dinominasikan untuk beberapa penghargaan seperti Anugerah Pembaca Indonesia dan Kusala Sastra Khatulistiwa. Adimas kerap diundang dalam festival sastra seperti ASEAN Literary Festival 2015, Ubud Writers & Readers Festival 2015, Melbourne Writers Festival 2016, dan Festival Sastra Banggai 2019. Pada tahun 2019, Adimas terpilih mengikuti residensi penulis di Oslo, Norwegia dengan dukungan Komite Buku Nasional.

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved