Sebuah cerita bergambar yang pedih namun tajam, ditulis seorang gadis kecil yang dipenjarakan dari umur 8 sampai 10 tahun, di berbagai kamp-kamp interniran di Jawa. Ia ditahan bersama ibu, kakak perempuannya dan adik laki-lakinya. Ketiga anak ini membuat gambar-gambar sketsa tentang kehidupan sehari-hari di dalam kamp. Sedangkan ibu mereka membuatkan sebuah papan permainan-angsa untuk mereka, sebuah isyarat vitalitas dalam keadaan yang mengerikan.