
Sebuah novel roman yang menceritakan kehidupan manusia2 yang cacat akibat perang revolusi sehingga menjadi badut hinaan manusia2 lain yang tak ikut berperang tapi mendapatkan keuntungan lebih banyak. Mengisahkan tentang perjuangan seorang pemuda bernama Awal untuk merebut cinta Mira seorang gadis cantik pemilik kedai kopi yang cacat fisik akibat perang revolusi. Karya Utuy ini pernah mendapat penghargaan dari B.M.K.N sebagai naskah drama terbaik di tahun 1952. "Kan didjaman sekarang ini banjak padukatuan jang didjaman peperangan pada bersembunji takut mati, tiba-tiba sekarang muntjul dengan kedudukannja jang hebat-hebat, sangking hebatnja merasa perlu mempunjai bini dua tiga" (AWAL & MIRA, halaman 17)
Author

Salah seorang angkatan '45 terkemuka, mula-mula terutama karena romannya "Tambera" dan cerita-cerita pendeknya yang dikumpulkan dalam "Orang-orang Sial" Tetapi ia kemudian lebih terkenal dengan lakon-lakonnya. Meskipun lakonnya yang awal "Suling" dan "Bunga Rumahmakan" ditulis seperti biasa, tapi akhirnya ia menemukan cara menuliskan lakon yang unik. Karya-karya lainnya: "Awal dan Mira", "Sayang Ada Orang Lain", "Di Langit ada Bintang", "Sang Kuriang", "Si Kabayan", "Selamat Jalan Anak Kufur", dan "Tak Pernah Menjadi Tua"