
Manusia adalah mahluk yang diberi kebebasan penuh dalam bertindak, apakah ia mau taat pada aturan main yang dibuat oleh Penciptanya (dan Rasul-Nya), atau ia mau membangkang. Bagi yang taat akan diberi kenikmatan surga, dan bagi yang membangkang akan diberi ganjaran neraka. Disamping itu pengalaman membuktikan, orang yang taat melaksanakan aturan main ini, ternyata di kehidupan dunia ia memperoleh kebahagiaan. Dengan demikian, kebahagiaan yang hakiki itu hanya akan dapat dicapai bila orang mampu taat secara total melaksanakan aturan yang ditentukan Allah dan RasulNya sebagaimana tertuang dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits. Hanya sayangnya - dalam prakteknya - ternyata untuk dapat selalu taat pada aturan main ini tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan adanya dorongan hawa nafsu ataupun setan yang selalu menggoda. Dengan perkataan lain, bila manusia mampu mengendalikan nafsu yang ada pada dirinya dan menundukkan setan yang selalu menghimbau untuk membangkang, maka ia akan dapat selalu taat melaksanakan aturan main yang dibuatNya itu. Untuk memudahkan taat melaksanakan aturan main Allah inilah manusia memerlukan "keyakinan-keyakinan Ilahiyyah". Buku "Renungan Kalbu"ini disusun sebagai upaya untuk mendapatkan keyakinan dimaksud. Pengalaman mengajarkan, "keyakinan" seperti layaknya anak tangga, tidak datar tetapi bertingkat-tingkat. Seseorang tidak akan dapat mempunyai keyakinan yang ada di tingkat ketiga bila ia belum memiliki keyakinan yang berada di anak tangga pertama dan kedua. Seperti halnya seorang siswa Sekolah Dasar tidak akan dapat memahami akar bilangan 625 adalah sama dengan 25, bila ia sebelumnya tidak mengerti mengenai penjumlahan dan perkalian dari suatu bilangan. Buku "Renungan Kalbu" ini disusun dengan mengikuti pola seperti tangga. Karena itu untuk mendapatkan pemahaman yang optimal, memahaminya harus Bab demi Bab secara berurutan. Tidak disarankan untuk membaca Bab II bila belum menghayati Bab I. Terakhir, "Renungan Kalbu" ini merupakan penghantar merenung atau tafakur bagi orang yang ingin memfungsikan akal dan kalbunya dalam upaya menggapai kebenaran yang hakiki. Allahu a'lam bishshawab.