
Banyak orang berpikir jadi orang film itu enak. Sebagai produser, Kinar dipaksa untuk terbiasa dengan pekerjaan yang tak ada habisnya, jam kerja yang kadang tak menyisakan waktu istirahat, dan orang-orang dengan berbagai macam sifat yang harus diurusnya. Nona Produser jadi heran, siapa sih yang bilang orang film hidupnya enak? Apalagi ketika mendadak ada cowok misterius yang datang di tengah kerumitan hidupnya. Apakah pria itu adalah penawar kutukan jomlo menahun yang ia sandang akibat profesinya yang terlampau mentereng?