Margins
Margins
Sign in
Margins
Subscribe to our newsletter
548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
hello@margins.app
·
+1 (650) 223-5283
Privacy Policy
·
Terms of Use
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved
Centhini
Centhini
Series · 4 books · 2004-2006
By
Elizabeth D. Inandiak
Books in series
#1
Empat Puluh Malam dan Satunya Hujan
2004
#2
Minggatnya Cebolang
2005
#3
Ia yang Memikul Raganya
2005
Jilid ketiga ini mengisahkan tentang pengembaraan Amongraga setelah meninggalkan istrinya dengan sedih hati. Dalam pengembaraan itu, ia berkeinginan menyatu dengan Allah, sehingga ia mabuk dalam asyik-masyuk. Dia mendirikan padepokan di pantai selatan Mataram. Santrinya mencapai empat ribu orang lebih, pria dan wanita. Namun mereka seolah tak mempunyai otak, seperti terkena guna-guna, karena terbawa permainan sulap dua murid Amongraga, Jamal dan Jamil.
#4
Nafsu Terakhir
2006
Setan dilaknat Tuhan bukan karena jatuh dalam belenggu hasrat dunia dan syahwat seksual, tetapi karena ia telah terjebak pada nafsu keâ€akuâ€annya: merasa lebih hebat dari Adam. Manusia bisa mengalami hal serupa sebagaimana tergambar dalam Nafsu Terakhir. Jilid terakhir dari karya besar Centhini yang diadaptasi oleh Elizabeth D. Inandiak ini bertutur tentang kisah keterlenaan manusia lewat tokoh Amongraga. Sebagai salik yang mempersiapkan diri menuju Sang Mahasejati, Amongraga tak sadar, bahwa musuh sejati dirinya bukan sekadar hasrat syahwatiah atau pun nafsu keduniaan yang telah ia bebaskan dari dalam dirinya, tetapi juga nafsu keâ€akuâ€an, yakni keinginan menitis kembali sebagai Raja Jawa. Sultan Agung yang menyamar sebagai Sang Aji Nyakrakusuma, telah memberi peringatan kepadanya: Badai telah menduduki takhta para raja Sebab untuk membuat gurun, Tuhan Gusti kita semua Memulai dari raja dan mengakhiri pada angin.
Author
Elizabeth D. Inandiak
Author · 5 books