
Cinta tak akan pernah habis mencipta ekspresi rasa. Hati sering tak cukup menjadi perhentian akhir. Menumpahkannya dalam tulisan memberikan pembebasan rasa yang lebih melegakan. Sejumlah penulis ini mencipta kisah cinta dalam tuturan kisah penuh langgam. Cerita Sahabat 2 yang bertajuk Asmara Dini Hari menjabarkan cinta dalam spektrum getaran yang unik. Kita akan menemukan cinta dalam banyak wajah. Cinta memang sesuatu yang sederhana, sekaligus sesuatu yang rumit. Inilah kumpulan cerita pendek karya Alberthiene Endah, Syahmedi Dean, Ratna Dumila, Zarry Hendrik, Jia Effendie, Anggun Prameswari, Dillon Gintings, Asmara Wreksono, Yuska Vonita, Erie Prasetyo, Feby Indirani, Maina Sumapradja, Wira Triasmara Surya, Jenny Yusuf, Valencia Mieke Randa, Dwi Sutarjantono, dan Isyanti Tunggadewi.
Authors

Jia Effendie lahir di Garut tanggal 21 Juni. Senang menulis fiksi sejak SMP. Cerpen pertamanya yang dimuat adalah “Fla Je’t Aime” di majalah Aneka Yess! tahun 1999. Sejak itu, karya cerpen dan puisinya dimuat di berbagai media nasional dan lokal di Indonesia. Pada tahun 2008, Jia menerbitkan kumpulan cerpen Nyonya Perca. Tahun 2010, cerpennya yang berjudul Mera Berbie terpilih menjadi salah satu cerita yang dijadikan FTV dalam rangka ulang tahun SCTV yang kedua puluh: Sinema 20 Wajah Indonesia dengan judul Susuk Barbie. Kumpulan cerpen keduanya, Ya Lyublyu Tebya, terbit bulan Oktober 2010. Buku Jia yang lain adalah Menuai Sajak di Kebun Raya Bersama Sapardi Djoko Damono (2011), Empat Elemen (2011), Kaki Mimpi (2011), Cerita Sahabat (Gramedia Pustaka Utama, 2011), Perkara Mengirim Senja (Penerbit Serambi, 2012), dan Cerita Sahabat 2: Asmara Dini Hari (Gramedia Pustaka Utama, 2012), Singgah (Gramedia Pustaka Utama, 2013), Glenn Fredly 20 (Entermedia, 2015), dan After Office Hours (Pastel Books, 2016). http://soundcloud.com/jiaeffendie | http://jiaeffendie.wordpress.com| jiaeffendie@gmail.com

After Rain adalah novel debut Anggun Prameswari. Sebelumnya, cewek Gemini yang juga pencinta bulan purnama ini, sering menulis cerpen di banyak media nasional. Selain menulis, kesehariannya diisi dengan mengajar bahasa Inggris di SMP-SMA Harapan Bangsa, Tangerang


Feby Indirani, Journalist and Writer, started to write since elementary school, beginning with a diary. When in high school, she got 2nd place in an essay contest for teen organized by Gadis magazine, and was actively involved in a school publication. She went to Universitas Padjadjaran, majoring in journalistic, and joined djatinangor student publication. Feby won an Essay Writing Competition for Students in 2001, organized by Toyota Astra Foundation. Late 2002, she received a grant from the Asia Foundation and the Study Center for Religion and Civilization (PSAP) Muhammadiyah, through a call for papers on Women and Muhammadiyah. May 2003 through June 2004, Feby worked as a reporter in Trust magazine. July 2004, Feby joined the Tempo Group when the organization started reactivating Tempo Center of Data and Analysis (PDAT). As a team, the PDAT published three books with Feby involved as writer. Among the titles is Ahmadiyah: Keyakinan yang Digugat (A Faith Accused), where Feby joined in a research trip to an Ahmadiyah village. August 2006 through April 2011, Feby worked as a journalist in Business Week Indonesia (recently renamed as Bloomberg Businessweek Indonesia). Feby has published several works, started by a novel titled Simfoni Bulan (Bulan’s Symphony 2006). She also wrote two film-adaptation novels, a novel adapted from a lyric of a song, and a how-to on modeling. No, she never actually had a try at modeling, but she did systemize and codify the experience of Arzetti Bilbina, an Indonesian top model. One of her book is titled I can (not) Hear: Journey of a Hearing-Impaired to a World of Sounds. was featured in the Kick Andy TV show in October 2009, and won the Anugerah Pembaca Indonesia Award 2010 from Goodreads Indonesia in best non-fiction.

