
"Saya kira tidak adil, Pak, kalau Bagas tetap bisa ikut Olimpiade," tiba-tiba Meddy dengan lantang angkat bicara. "Memangnya relevan, ya?" ganti Clara angkat bicara. "Bukannya tim Olimpiade adalah siapa pun yang lulus seleksi? Kalau kasus Bagas dikait-kaitkan dengan FUSI, itu kan media yang melakukannya." "Sangat relevan, Ra," tukas Meddy menyambung Angga. Nada suaranya agak keras. "Ketika kita semua bekerja keras untuk mewakili negara ini, Bagas malah melakukan tindakan melanggar undang-undang. Itu kan kontradiktif!" Di tengah panasnya persaingan para peserta pelatihan untuk menjadi anggota tim Olimpiade Fisika, kasus hacking yang dilakukan salah satu peserta pelatihan, Bagas, muncul ke permukaan. Lembaga pelatihan FUSI—Fisika untuk Siswa Indonesia—kini menjadi sorotan. Para sponsor mulai menarik dananya untuk lembaga tersebut. Keberangkatan tim ke ajang Olimpiade Fisika Internasional pun terancam gagal. Padahal merekalah putra-putri terbaik dari berbagai daerah di Indonesia yang akan berjuang mengharumkan nama bangsa di ajang internasional itu. Bagi mereka gagal berangkat ke Olimpiade membuat kerja keras mereka selama ini menjadi sia-sia. Dengan didorong semangat Mestakung, akankah para peserta pelatihan itu mampu mengubah keadaan dan tetap berangkat untuk mengharumkan nama bangsa?
Author

Feby Indirani, Journalist and Writer, started to write since elementary school, beginning with a diary. When in high school, she got 2nd place in an essay contest for teen organized by Gadis magazine, and was actively involved in a school publication. She went to Universitas Padjadjaran, majoring in journalistic, and joined djatinangor student publication. Feby won an Essay Writing Competition for Students in 2001, organized by Toyota Astra Foundation. Late 2002, she received a grant from the Asia Foundation and the Study Center for Religion and Civilization (PSAP) Muhammadiyah, through a call for papers on Women and Muhammadiyah. May 2003 through June 2004, Feby worked as a reporter in Trust magazine. July 2004, Feby joined the Tempo Group when the organization started reactivating Tempo Center of Data and Analysis (PDAT). As a team, the PDAT published three books with Feby involved as writer. Among the titles is Ahmadiyah: Keyakinan yang Digugat (A Faith Accused), where Feby joined in a research trip to an Ahmadiyah village. August 2006 through April 2011, Feby worked as a journalist in Business Week Indonesia (recently renamed as Bloomberg Businessweek Indonesia). Feby has published several works, started by a novel titled Simfoni Bulan (Bulan’s Symphony 2006). She also wrote two film-adaptation novels, a novel adapted from a lyric of a song, and a how-to on modeling. No, she never actually had a try at modeling, but she did systemize and codify the experience of Arzetti Bilbina, an Indonesian top model. One of her book is titled I can (not) Hear: Journey of a Hearing-Impaired to a World of Sounds. was featured in the Kick Andy TV show in October 2009, and won the Anugerah Pembaca Indonesia Award 2010 from Goodreads Indonesia in best non-fiction.