Margins
Di Kota Tuhan Aku Adalah Daging yang Kau Pecah-pecah book cover
Di Kota Tuhan Aku Adalah Daging yang Kau Pecah-pecah
Sekumpulan Puisi
2018
First Published
4.24
Average Rating
130
Number of Pages

Aku akan belajar dari luka. Mengenang panen perdana kita. Benih sulung yang jatuh untuk memberi semai pada tunas yang baru. Hanya ada satu kata: Kenang! Dan semoga doaku, cukup layak untuk menjangkaumu. Kata mereka tentang Rabu dan Biru: Berisi cuplikan adegan dan perasaan yang ditulis seumpama larik-larik ayat, buku ini niscaya membuat kita rindu pada puisi dan mungkin menggerakkan tangan kita ikut menulis sebaris atau dua. –Dewi Lestari, penulis Membaca buku ini, kelihatannya pengarang sudah semakin matang mengemas ide-ide. Keliaran, renungan terpapar telanjang. Masih terlihat ‘wagu’ dan perlu waktu untuk menjawab, di mana posisi buku ini dalam perkembangan sastra kita. Mari mengunyahnya pelan-pelan sebelum menelannya. –Oka Rusmini, novelis, juri Siwa Nataraja Awards 2016 Melalui Stebby, kita merasakan puisi menjadi suci dan agung. Terkadang angkuh, terkadang melata, kerap pula menebas seperti pedang. Baginya, puisi tidak lahir hanya menjadi etalase kata-kata indah tapi lautan makna. Ia mengemban tugas utama menggiring manusia menuju kemuliaan. –Moch Satrio Welang, pelakon, juri Siwa Nataraja Awards 2016 Sebuah tawaran menarik. Pertemuan mengasyikan antara sejarah dan puisi. Gambaran atas tenun kebangsaan yang ciamik menggunakan model karangan kitab suci. Kebhinekaan suku, ras, dan agama mewujud dengan begitu memesona dalam kepekaan lokalitas yang menawan. –F. Aziz Manna, penyair, peraih Kusala Sastra 2016

Avg Rating
4.24
Number of Ratings
33
5 STARS
55%
4 STARS
24%
3 STARS
15%
2 STARS
3%
1 STARS
3%
goodreads

Author

Stebby Julionatan
Stebby Julionatan
Author · 5 books
Stebby Julionatan. Lahir di Probolinggo, Jawa Timur, 30 Juli 1983. Mantan Kang Kota Probolinggo 2006, finalis Raka-Raki Jawa Timur 2007 dan Rimata Jatim BPAP 2008. Pendiri Komunitas Menulis (KOMUNLIS). Bergiat di Komunitas Sae Sanget Indonesia (KSSI). Sehari-hari bekerja sebagai staf Diskominfo Kota Probolinggo, penyiar radio dan editor tabloid Suara Kota. Pernah dinobatkan sebagai Penulis Muda Berbakat 2007 atas karyanya “Ku Nanti Hujan di Pucuk Musim Kemarau” oleh Kolomkita. Karyanya yang telah terbit LAN (Bayumedia, 2010), Barang yang Sudah Dibeli Tidak Dapat Ditukar Kembali (Bayumedia, 2011) dan Biru Megenta (Ruang Kosong, 2015). Tahun yang sama, Biru Megenta masuk shortlist Anugerah Pembaca Indonesia (API) 2015. Di 2016, manuskrip puisi Rabu dan Biru, menjadi nominator (5 besar) Siwanataraja Awards. Dapat disapa di @sjulionatan dan untuk berkirim email bisa ke sjulionatan@yahoo.com.
548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved