Buku ini menelusuri beragam corak pendisiplinan identitas gender bagi laki-laki dan perempuan dalam film-film Islami Indonesia pasca-Orde Baru. Mulai dari ragam peran, kedirian laki-laki dan perempuan yang direpresentasikan, hingga diversifikasi spektrum promosi ajaran Islam yang kian melegitimasi pola maskulinitas dan femininitas tradisional. Dalam kerangka masyarakat pasca-Islamisme, fenomena ini dipelihara utamanya sebagai konsekuensi dari sejarah panjang heteronormativitas yang disampaikan melalui kemapanan bahasa—baik dalam tindakan verbal maupun komunikasi simbolik—dan dirawat secara baik oleh situs kekuasaan patriarkal Orde Baru.