
Aku lahir di Teluk Nibung, kampung yang kuceritakan dalam buku “Emakku bukan Kartini”, tahun 1968. Bulan dan tanggalnya aku tak pernah tahu. Di masa itu tak ada orang yang merasa perlu untuk mencatat tanggal berapa anaknya lahir. Emak hanya sering bercerita bahwa aku berumur kira-kira 40 hari waktu Long, kakakku yang tertua menikah di tahun itu. Kampung kami ini terletak di pesisir selatan Kalimantan Barat, kini masuk dalam wilayah Kabupaten Kubu Raya. Sejak kecil aku sudah bermimpi untuk sekolah ke luar negeri. Tamat SD di kampung, aku melanjutkan sekolah ke Madrasah Tsanawiyah I Pontianak, atas suruhan Ayah. Ayah ingin aku jadi guru agama. Sempat terpikir olehku untuk melanjutkan ke Gontor, tapi Ayah menolak, karena tak sanggup membiayai. Aku kemudian masuk SMA 2 Pontianak. Atas saran De, abangku, aku kemudian melanjutkan kuliah di Jurusan Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada. Lulus kuliah aku sempat bekerja sebentar di perusahaan minyak di Pendopo, Sumatera Selatan. Kemudian aku menjadi dosen di Pontianak. Tahun 1996 aku mendapat beasiswa untuk. Elajar bahasa Jepang melalui Asian Youth Fellowship Program di Kuala Lumpur, lalu tahun berikutnya aku melanjutkan S2 dan S3 di Department of Applied Physics Tohoku University. Aku lulus doktor tahun 2002. Setelah bekerja 2 tahun sebagai peneliti tamu di Kumamoto University, aku kembali menjalankan tugas sebagai dosen di Pontianak. Kemudian aku kembali ke Jepang, bekerja sebagai assistant professor, lalu visiting associate professor di Tohoku University, Sendai, Jepang. Sejak tahun 2007 aku kembali ke Indonesia, bekerja di perusahaan Jepang, hingga kini.