Ketika popularitas heavy metal menanjak di kancah budaya populer dunia pada era 1980-an, kaum muda di Indonesia mengkonsumsi musik ini sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap nilai-nilai sosial, politik, dan budaya Orde Baru. Mereka pula yang pada masa selanjutnya bangkit dan menunjukkan karakteristik jatidiri yang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, termasuk mendorong reformasi 1998.