
Bagi Velya, Chiko dan Gusti mewakili sosok kakak yang tidak pernah dimilikinya. Dia menyukai seluruh waktu yang dihabiskan bersama mereka. Mulai dari perhatian yang didapat sampai keusilan yang sering diterimanya. Hingga ketika mereka remaja, perhatian itu mulai berkurang. Kedua sahabatnya mulai tertarik pada lawan jenis dan mulai berpacaran. Velya tidak bermaksud menggangu. Dia hanya tidak suka kehilangan kedua sahabatnya di saat bersamaan. Itu membuatnya tertarik untuk merecoki hubungan mereka dengan pacar masing-masing. Awalnya Gusti dan Chiko mendiamkannya, sampai di satu titik, mereka merasa harus menghentikan kelakuan itu dengan mencarikan gadis itu seorang pacar.
Author

Pecinta genre romance yang masih menunggu cinta, sekaligus mencari arti cinta itu sendiri (halah). Penyuka sunyi yang lebih menggilai kopi daripada air putih, cokelat batang daripada es krim, matahari terbit daripada matahari terbenam. Pemimpi yang lebih sering mimpi dalam keadaan mata terbuka, dan mulai jarang mimpi pas tidur lelap. Suatu saat bakal coba nulis genre horor, kalau fobia setannya sudah berkurang.