
Inilah salahsatu mistar kesusasteraan Indonesia yang ditulis oleh sasterawan terkemuka, Sitor Situmorang. Kumpulan cerpen Ibu Pergi ke Surga ini adalah gabungan tiga kumpulan cerpen Sitor ditambah dengan beberapa cerpen yang masih tercecer dari periode 1950-an dan 1970-an. Kumpulan cerpen ini disusun dengan berusaha mengikuti alur kronologi tahun terbitnya cerpen di majalah. Cerpen yang tidak dimuat dalam majalah, tetapi langsung muncul dalam kumpulan secara kronologis dianggap terbit sama dengan tahun terbitnya kumpulan. Sebagai contoh adalah cerpen “Harimau Tua” dari kumpulan cerpen Pertempuran dan Salju di Paris dianggap terbit pada 1956. Atau cerpen “Jatmika dan Jatmiko” dianggap sama dengan terbitnya kumpulan cerpen Pangeran (1963). Begitu juga “Perjamuan Kudus”, “Kasim”, dan “Kehidupan Daerah Danau Toba” yang tahun terbitnya sama dengan Danau Toba (1981). Seperti dalam puisi-puisinya, Sitor dengan cerpen-cerpennya pun tidak hanya menunjukkan bukan saja kemampuan puitiknya yang memuaskan dari segi penikmatan bahasa, juga kekayaan batin dari pemikiran-pemikiran yang padu.
Author

Sitor Situmorang (lahir di Harianboho, Samosir, Sumatera Utara, 2 Oktober 1923), dengan nama Raja Usu, adalah wartawan, sastrawan, dan penyair Indonesia. Ayahnya adalah Ompu Babiat Situmorang yang pernah berjuang melawan tentara kolonial Belanda bersama Sisingamangaraja XII. Sitor menempuh pendidikan di HIS di Balige dan Sibolga serta MULO di Tarutung kemudian AMS di Jakarta. Ia sempat berkelana ke Amsterdam dan Paris (1950-1952). Tahun 1956-57 ia memperdalam ilmu sinematografi di Universitas California. Setelah keluar dari tahanan politik, ia tinggal di Leiden (1982-1990) lalu Islamabad (1991). Karirnya dimulai sebagai wartawan harian Suara Nasional (Tarutung, 1945), Waspada (Medan,1947), Berita Indonesia, dan Warta Dunia (Jakarta, 1957). Ia pernah menjadi dosen Akademi Teater Nasional Indonesia (Jakarta), anggota MPRS dari kalangan seniman, Ketua Lembaga Kebudayaan Nasional (1959-65), lalu ditahan pemerintahan Orde Baru. Karyanya antara lain kumpulan cerpen Pertempuran dan Salju di Paris (1956) mendapat hadiah sastra nasional 1955, kumpulan sajak Peta Perjalanan memperoleh hadiah dari Dewan Kesenian Jakarta 1976, otobiografi : Sitor Situmorang Sastrawan 45, Penyair Danau Toba (1981); sejarah lokal: Toba na Sae (1993) dan Guru Somalaing dan Modigliani Utusan Raja Rom (1993).