Margins
Ibuku di Surga book cover
Ibuku di Surga
2017
First Published
4.36
Average Rating
180
Number of Pages

Tidak banyak buku Indonesia yang melukiskan zaman pancaroba akhir penjajahan Belanda dan awal penjajahan Jepang. Inilah satu di antaranya, khusus menurut penglihatan seorang anak berumur 7-8 tahun. Anak adalah filsuf yang pertama. Dengan pancainderanya yang masih jernih, terang dan tajam ia mengamati sekitar, mempertanyakannya dan menyimpulkan masalah-masalahnya, walau tidak dalam bentuk rumusan-rumusan seperti pada dewasa. Maka pengamatan, pemertanyaan dan perumusan anak itu tidak kurang relevan dibanding dengan pengamatan, pemertanyaan dan perumusan dewasa. Membaca buku ini sama saja dengan mengamati salah satu pojok masyarakat dan sejarah Indonesia. Pengarang buku ini, Koesalah Soebagyo Toer, memasuki dunia sastra sebagai penulis cerita pendek. Walau kegiatannya sebagai penerjemah (Inggris, Rusia, Belanda, dan Jawa) kemudian lebih menyibukkannya, jiwanya tetap pada kesusasteraan Ibuku di Surga merupakan salah satu cerita yang ditulisnya ketika mendekam dalam penjara Orde Baru Salemba Jakarta (1968-1978), di samping cerita Adik Tentara/Adhine Tentara (1996) yang terbit dalam bahasa Indonesia dan Jawa.

Avg Rating
4.36
Number of Ratings
28
5 STARS
57%
4 STARS
32%
3 STARS
4%
2 STARS
4%
1 STARS
4%
goodreads

Author

Koesalah Soebagyo Toer
Koesalah Soebagyo Toer
Author · 10 books

Koesalah Soebagyo Toer, lahir di Blora, Jawa Tengah, 27 Januari 1935. Setamat SMP di Blora beliau meneruskan pendidikan di Taman Dewasa dan Taman Madya, Kemayoran, Jakarta, dan Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Sastra UI (tidak tamat). Pada 1960-1965 beliau belajar di Fakultas Sejarah dan Filologi Univ Persahabatan Banga-bangsa, Moskwa. Pada 1965-1967 dia menjadi dosen bahasa Rusia di Akademi Bahasa Asing (ABA) Kementerian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan (PPK). Pada 1968-1978 menjadi tahanan politik Pemerintah Orde Baru. Sekarang berprofesi sebagai penerjemah bahasa Inggris, Belanda, Rusia, dan Jawa. Buku-buku yang diterjemahlan antara lain: Jiwa Jiwa Mati (Nikolai Gogol), Anna Karenina (Leo Tolstoi), Musashi (Eiji Yoshikawa), Perdagangan Awal Indonesia (O.W. Wolters), Menjinakkan Sang Kuli (Jan Breman), serta sekumpulan serpen Anton Chekov, Pengakuan (KPG, 2004). Beliau menulis buku Kampus Kabelnaya: Menjadi Mahasiswa di Uni Soviet (KPG, 2003). dan bersama Pramoedya Ananta Toer serta Ediati Kamil menyusun buku Kronik Revolusi Indonesia, yang juga diterbitkan oleh KPG . Buku yang disuntingnya antara lain, Pergaulan Orang Buangan di Boven Digoel karya Mas Marco Kartodikromo (KPG 2002). Selain menerjemahkan buku, sekarang aktif menulis artikel tentang masalah-masalah bahasa, Sejarah, foklor, dan sedang menyusun kronik-kronik lain serta ensiklopedi sejarah Indonesia dan ensiklopedi foklor Jawa.

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved