
Setiap Albi mencubit akan seperti sentuhan kasih sayang. Setiap Albi menertawai akan seperti senyuman kebahagiaan. Dan, setiap Albi sengaja kentut, bagi Abel seperti semprotan vaksin cinta yang menyesakkan dada. Abel diam-diam menunggu Albi datang, dan mempersiapkan diri untuk ... diejek seperti biasa. Dia tidak keberatan dijahili, kalau bisa buat Albi bahagia. Albi yang selalu tertawa di tengah kerapuhannya. Semua ini tentu karena rasa suka, sayang, cinta. Tunggu ... ini enggak benar! Masa iya Abel bisa menyukai orang yang menganggapnya gumplan tanah lihat raksasa? Apa mungkin si Ndut Abel bisa bersama cowok most wanted di sekolahan? Apa pantas ada cinta untuk seorang yang jauh dari standar kecantikan?