
Makhluk asing itu membuka mulutnya, menampakkan empat taring runcing dan barisan giginya yang tajam. Dahinya dilapisi kulit hijau melengkung yang keras seperti kulit penyu. Ia rentangkan lengannya dan melangkah berat ke arahku. Akhirnya aku berhasil menggerakkan kakiku yang sudah gemetar. Aku mundur terhuyung-huyung. "Kau... kau mau berteman?" tanyaku, pelan sekali.