Margins
2016
First Published
2.73
Average Rating
242
Number of Pages

Hidup semua orang sangatlah gaib dan ajaib, dengan nasib takdirnya sendiri-sendiri. Gaib dan ajaib dalam suka. Gaib dan ajaib dalam duka. Pengalaman kita tidak akan pernah sama atau berulang. Entah dari mana datangnya, suatu kali aku mendapat pikiran sederhana seperti ini: setiap hari kita terlahir sebagai pribadi baru, dengan pikiran dan impian baru, yang terperangkap pada tubuh yang sama. Dunia yang aku hidupi kemudian terasa fana, dan karena itu aku seperti makin cemas kehilangan segala hal yang telah kujumpai. Itulah yang ingin aku tulis di sini. Seorang wanita dari masa silam. Juru dalang yang mungkin kalah dalam sejarah, namun mencoba bertahan hidup melalui cerita yang dikarangnya. Sebentuk kisah yang, tidak lain, mungkin tentang diriku sendiri… atau sebagian diriku, juga sebagian orang lain. KALAMATA adalah novel tentang waktu dan pikiran manusia beserta misterinya. Berlatar belakang Tragedi 1965 di Bali, novel ini mengisahkan hidup seorang dalang perempuan kondang bernama Ni Rumyig yang mengalami demensia. Mengapa perempuan yang begitu kuat itu tiba-tiba terpuruk tak berdaya dalam sekejap mata? Mengapa di puncak kariernya yang mencorong dia seperti mendadak hilang dari peredaran? Kalamata mengajak kita membuka tabir kehidupan sang tokoh selapis demi selapis bak menghadapi suatu kisah misteri.

Avg Rating
2.73
Number of Ratings
48
5 STARS
0%
4 STARS
15%
3 STARS
50%
2 STARS
29%
1 STARS
6%
goodreads

Author

Ni Made Purnama Sari
Ni Made Purnama Sari
Author · 3 books

Karya Ni Made Purnama Sari dimuat di sejumlah media massa, seperti Kompas, Koran Tempo, Jawa Pos, Media Indonesia, Bali Post, Indopos, Jurnal Nasional, dan majalah Femina. Dia juga pernah meraih juara di beberapa lomba penulisan cerpen yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Denpasar (2003), Pusat Bahasa Jakarta (2005), Selsun Golden Award (2006), dan lain-lain. Sebelumnya dia memenangkan kompetisi pembacaan cerpen di Denpasar, yang diraihnya saat masih duduk di bangku SMP dan SMA. Belakangan, dia lebih kerap menulis puisi. Kumpulan puisinya, Kawitan, menjadi Pemenang II Sayembara Manuskrip Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta 2015. Setahun sebelumnya, 2014, antologi puisi pertamanya, Bali-Borneo, meraih Buku Puisi Pilihan Anugerah Hari Puisi Indonesia dari Yayasan Sagang dan Indopos. Made pernah diundang mengikuti Temu Sastra Mitra Praja Utama (Lampung, 2010), Ubud Writers and Readers Festival (Bali, 2010), Temu Sastrawan Indonesia IV (Ternate, 2011), Padang Literary Biennale (Padang, 2014), Emerging Writers Festival (Melbourne, 2015), Salihara International Literary Biennale (Jakarta, 2015), dan Pasar Malam Literary Festival (Paris, 2016). Wanita kelahiran Klungkung, 22 Maret 1989, ini pernah bergiat di Bentara Budaya Bali, Tempo Institute, dan sebagai kurator fiksi dan budaya di blog publik Indonesiana Tempo.co. Dia juga kontributor media dan asisten editor beberapa buku memoar dan budaya.

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved