
Kembali pada Cinta Kasihmu terjemahan sastrawan terkemuka Pramoedya Ananta Toer ini merupakan novel pendek Leo Tolstoy (1828-1910), sastrawan Rusia yang amat dihormati dunia. Novel ini mengisahkan kompleksitas hubungan lelaki-perempuan dalam bingkai perkawinan. Seperti halnya Tolstoy dalam kehidupan nyata, tokoh Sergei dalam kisah ini menikahi seorang gadis yang berusia jauh lebih muda darinya, Katia. Mereka pada mulanya saling mencintai, tetapi Katia yang penuh gairah muda terpikat oleh gemerlap dunia. Lama-kelamaan hubungan cinta kedua suami-istri ini meredup dan kian hambar biarpun mereka telah dikaruniai anak. Melalui pergulatan batin yang meletihkan dan penuh liku, akhirnya Katia sampai pada sebuah kesadaran baru. Ia memutuskan untuk kembali kepada kesucian cinta kasih suaminya. Terbitnya buku ini menandai hadirnya kembali sejumlah terjemahan sastrawan terkemuka kita Pramoedya Ananta Toer yang pernah diterbitkan di masa awal karier kepengarangannya, sekitar separuh abad silam. Sebuah persembahan berharga bagi generasi terkini yang tak kandas oleh sekat-sekat ruang dan waktu.
Author

Lev Nikolayevich Tolstoy (Russian: Лев Николаевич Толстой; most appropriately used Liev Tolstoy; commonly Leo Tolstoy in Anglophone countries) was a Russian writer who primarily wrote novels and short stories. Later in life, he also wrote plays and essays. His two most famous works, the novels War and Peace and Anna Karenina, are acknowledged as two of the greatest novels of all time and a pinnacle of realist fiction. Many consider Tolstoy to have been one of the world's greatest novelists. Tolstoy is equally known for his complicated and paradoxical persona and for his extreme moralistic and ascetic views, which he adopted after a moral crisis and spiritual awakening in the 1870s, after which he also became noted as a moral thinker and social reformer. His literal interpretation of the ethical teachings of Jesus, centering on the Sermon on the Mount, caused him in later life to become a fervent Christian anarchist and anarcho-pacifist. His ideas on nonviolent resistance, expressed in such works as The Kingdom of God Is Within You, were to have a profound impact on such pivotal twentieth-century figures as Mohandas Gandhi and Martin Luther King, Jr.