Bendera perang dibawa oleh Zaid lalu berperang hingga syahid. Kemudian bendera diambil oleh Ja’far dan berperang hingga syahid. Setelah itu, bendera perang dibawa oleh pedang di antara pedang-pedangnya Allah (saifullah—yakni Khalid bin Walid-) hingga Allah memenangkan kaum muslimin.” Khalid mengisahkan dahsyatnya Perang Mu’tah dengan mengatakan, “Sembilan pedang di tanganku telah patah tersisa kecuali pedang buatan Yaman.” (Diriwayatkan al-Bukhari dalam Kitab at-Maghozi, Bab Ghazwatu Mu’tah min Ardhi Syam: 4017)