Margins
Ludruk Kedua book cover
Ludruk Kedua
Sepilihan Sajak
2016
First Published
3.70
Average Rating
103
Number of Pages

Saya sepenuhnya menyadari bahwa saya memang berjarak dari ludruk, tak peduli sekeras apa saya mencoba mengikisnnya. Jarak itu, saya curiga, terbangun lantaran saya kadung terasing dari lingkungan dan terjebak pada kegagapan khazanah lain, yang bekasnya begitu kuat di dalam diri saya, dan bekerja sekehendak hatinya tanpa saya sadari. Seorang anggota kelompok ludruk, Jabbar Abdullah, mempertanyakan kenapa tokoh-tokoh dalam ludruk yang saya tulis bisa begitu berbeda dengan cerita asli yang dipentaskan. ‘Tokoh-tokoh antagonis dan kurang ajar seperti Bayan Sarmidin, misalnya, tiba-tiba terkesan lebih pantas jadi protagonis di puisimu.” Pada titik ini, saya kemudian teringat dengan apa yang ditulis Afrizal dalam ‘Perjalanan Teater Kedua’-nya. Saya merasa, setiap kali menonton lalu menulis puisi tentang ludruk, saya sedang menulis ludruk kedua. Begitulah.

Avg Rating
3.70
Number of Ratings
10
5 STARS
10%
4 STARS
70%
3 STARS
10%
2 STARS
0%
1 STARS
10%
goodreads

Author

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved