
A novel and children’s book author from Indonesia. Tiyasaa means optimists in Sundanese, the language of West Java where she was born and living her childhood. Before finding herself as River’s chaser, she worked as a part-time lecturer in a private university and full-time market analyst for a national media company in Indonesia. *** M. Tiyasaa adalah nama pena. Tiyasaa dipilih demi merekatkan identitas penulis sebagai orang Sunda yang optimis untuk selalu mengejar mimpinya. Sedangkan M sendiri adalah inisial nama asli penulis. M. mulai tertarik terjun dalam dunia literasi dan pengajaran sejak duduk di bangku SMA. Bersama dua teman lainnya, penulis membentuk ekstra kulikuler kelompok belajar (science study group) pertama di sekolahnya. Penulis kala itu berperan sebagai ketua organisasi (yang kemudian diberi nama Remaja Eksakta SMA Satu Karawang) sekaligus pemberi materi bidang matematika. Penulis juga berhasil masuk dalam nominasi pelajar SMA yang mewakili kota Karawang untuk bergelut dalam kompetisi Sains Nasional di tingkat provinsi. Selepas SMA, penulis melanjutkan kecintaannya dalam dunia pengajaran dengan memberi kursus privat matematika untuk pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA sambil melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswa fakultas ilmu komunikasi. Di kampus, penulis juga kerap diminta berperan sebagai asisten dosen beberapa mata kuliah yang berbeda sekaligus pembimbing penulisan skripsi untuk teman-teman seangkatannya. Lulus sebagai valedictorian, kemudian penulis memutuskan untuk mengambil program au pair demi melanjutkan mimpinya untuk bisa menikmati kuliah di Prancis. Saat ini penulis menyandang gelar master untuk bidang Komunikasi dan Ekonomi Bisnis. Kecintaannya pada dunia pengajaran kemudian berlanjut sebagai hobi. Sambil bekerja sebagai analis departemen research & development di sebuah perusahaan media nasional, penulis juga bekerja sebagai dosen lepasan. Kini penulis memutuskan melanjutkan kecintaannya pada dunia pendidikan dengan menghasilkan karya-karya tulis yang berfokus pada tema keragaman. Perannya sebagai ibu saat ini memberikan keleluasaan pikiran bagi penulis untuk mengembangkan ide-idenya.