Margins
Mala Borneo book cover
Mala Borneo
2023
First Published
4.17
Average Rating
400
Number of Pages

Sesungguhnya, apa lagi yang tidak diambil perusahaan sawit dari hidup Tanjung? Tak cukup nyawa Umaknya dan kelangsungan keluarga mereka, masa depan Tanjung pun tampaknya akan berakhir sebagai buruh sawit, seperti halnya hampir seluruh orang di desa mereka. Tua, muda, bahkan kanak-kanak pun sudah melihat prospek hidup di kebun sawit. Maka, saat ajakan Jarot, kawannya sesama buruh, untuk mengacau di perkebunan muncul, Tanjung tak bisa tinggal diam. Sudah cukup ia dan kawan-kawannya dieksploitasi perusahaan sawit. Tak peduli hidup di tanah paling subur sekalipun, hidup akan selamanya sengsara jika terus-terusan ditindas, begitu pikir Tanjung. Namun tak ada yang menyangka, ulah isengnya untuk memberi pelajaran pada perusahaan itu berubah arah; diembus angin hutan yang mistis dan dibumbui semerbak misteri yang meliputi perkebunan. Membuat cahaya mentari semakin sulit menembus dedaunan sawit yang rapat, hingga membuat semua orang bergidik, takut, bahkan terkencing-kencing di celana. Jika sudah begini, tak peduli mandor, kuli, buruh, karyawan perusahaan, hingga petinggi sekalipun, akan takluk dibuatnya.

Avg Rating
4.17
Number of Ratings
6
5 STARS
67%
4 STARS
17%
3 STARS
0%
2 STARS
0%
1 STARS
17%
goodreads

Author

Retni S.B.
Retni S.B.
Author · 12 books

Lahir di Cirebon pada 22 Maret, suka sekali membaca buku. Tetapi dari sekian banyak buku yang dibacanya, buku-buku resep masakan dan kuelah yang paling membuatnya seolah kesetrum. Retni memang hobi masak, apalagi memasak untuk keluarga kecilnya yang telah membuatnya merasa menjadi perempuan istimewa. Alumnus Komunikasi Fisipol UGM ini sempat menjadi copywriter dan account executive selama beberapa tahun di perusahaan periklanan di Jakarta.

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved