Margins
Mancis book cover
Mancis
Jejak Darah
2024
First Published
4.21
Average Rating
118
Number of Pages

Kumpulan 14 tulisan bertema detektif dan kriminalitas yang eranya sempat menghilang dan saat ini kembali lagi. Mancis, sebuah majalah yang diproduksi oleh baNANA dan Studio Batu. Berisi cerpen, esai, puisi, dan lainnya. “Kami memang ingin bernostalgia, tetapi tak hanya itu. Kami ingin menyaksikan munculnya karya-karya baru dan syukur-syukur hasilnya bisa dinikmati pembaca dengan kelahapan yang sama besarnya seperti ketika orang Hindia pertama kali membaca Sherlock Holmes.”

Avg Rating
4.21
Number of Ratings
19
5 STARS
42%
4 STARS
47%
3 STARS
5%
2 STARS
0%
1 STARS
5%
goodreads

Authors

Agus Mulyadi
Agus Mulyadi
Author · 4 books
Agus Mulyadi, Penulis buku yang mengawali karirnya sebagai penulis melalui blog. Selain menulis buku, ia juga aktif menulis esai untuk beberapa media online Indonesia.
Joko Pinurbo
Joko Pinurbo
Author · 23 books
Joko Pinurbo (jokpin) lahir 11 Mei 1962. Lulus dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1987). Kemudian mengajar di alma maternya. Sejak 1992 bekerja di Kelompok Gramedia. Gemar mengarang puisi sejak di Sekolah Menengah Atas. Buku kumpulan puisi pertamanya, Celana (1999), memperoleh Hadiah Sastra Lontar 2001; buku puisi ini kemudian terbit dalam bahasa Inggris dengan judul Trouser Doll (2002). Ia juga menerima Sih Award 2001 untuk puisi Celana 1-Celana 2-Celana 3. Buku puisinya Di Bawah Kibaran Sarung (2001) mendapat Penghargaan Sastra Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional 2002. Sebelumnya ia dinyatakan sebagai Tokoh Sastra Pilihan Tempo 2001. Tahun 2005 ia menerima Khatulistiwa Literary Award untuk antologi puisi Kekasihku (2004). Buku puisinya yang lain: Pacarkecilku (2002), Telepon Genggam (2003), Pacar Senja (2005), Kepada Cium (2007), dan Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung (2007). Selain ke bahasa Inggris, sejumlah sajaknya diterjemahkan ke bahasa Jerman. Sering diundang baca puisi di berbagai forum sastra, antara lain Festival Sastra Winternachten di Belanda (2002). Oleh pianis dan komponis Ananda Sukarlan sejumlah sajaknya digubah menjadi komposisi musik.
Azhari Aiyub
Azhari Aiyub
Author · 4 books

Azhari dilahirkan di pinggir Banda Aceh, 5 Oktober 1981. Pernah kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Tahun 1999, ia meraih penghargaan cerpenis terbaik se-Aceh pada 1999, versi Taman Budaya Aceh. Kemudian pada 2003, ia mendapat penghargaan sebagai cerpenis terbaik se-Indonesia, versi Departeman Pendidikan Nasional, lewat puisinya ‘Dibalut Lumut’. Saat ini, menghabiskan sebagian besar waktunya untuk Komunitas Tikar Pandan, sebuah lembaga yang fokus pada gerakan kebudayaan untuk Aceh.

Ardi Yunanto
Ardi Yunanto
Author · 1 book
Ardi Yunanto lahir di Jakarta, 1980. Ia pernah bekerja sebagai editor jurnal daring seni dan ruang publik Karbon dan majalah kehidupan pria Bung! yang diterbitkan ruangrupa, sembari menjadi editor, penulis, desainer, dan pengarah artistik untuk berbagai materi publikasi dan pameran. Ia merupakan salah seorang pengajar bahasa Indonesia di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera. Bermain Rahasia adalah buku fiksi pertamanya. Esainya tentang Imung, serial detektif cilik karangan Arswendo Atmowiloto, dimuat di zine Mancis: Jejak Darah (baNANA + Studio Batu, 2024). Ia juga menyunting edisi baru dua seri novel Pacar Merah Indonesia karya Matu Mona (baNANA, 2025).
Abi Ardianda
Abi Ardianda
Author · 3 books
Known for 'Kelab dalam Swalayan’ (Night Club in the Convenience Store), which was named one of the top five reads by Indonesian authors by The Jakarta Post in 2021. This debut novel also won Best Debut Novel and Best Psychological Thriller at the Scarlet Pen Awards in 2021. Her second novel, 'Laila Tak Pulang’ (Laila Doesn’t Come Home), was a finalist for the Ayu Utami Awards RASA in 2023. The novel was also awarded Best Novel and Best Mystery Novel of 2023 by the Scarlet Pen Awards. Her books have been featured at the Makassar International Writers Festival 2024 and the Ubud Writers and Readers Festival 2024. She resides in Bandung, West Java, Indonesia.
Martin Suryajaya
Martin Suryajaya
Author · 4 books

Martin Suryajaya meraih gelar doktor di bidang filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Sehari-hari ia bekerja sebagai pengajar pada Sekolah Pascasarjana, Institut Kesenian Jakarta dan konsultan kebijakan di Direktorat Jenderal Kebudayaan. Ia juga aktif sebagai youtuber yang menyiarkan pandangan-pandangan tentang filsafat, sastra dan isu-isu kebudayaan dengan penyampaian yang populer. Beberapa bukunya antara lain Sejarah Estetika (Gang Kabel, 2016) yang memenangkan penghargaan Best Art Publication dari Art Stage 2017 dan novel Kiat Sukses Hancur Lebur (Banana, 2016) yang memenangkan Penghargaan Sastra Badan Bahasa 2018 serta menjadi Novel Pilihan Majalah Tempo 2016. Beberapa karya terbarunya adalah buku puisi Terdepan, Terluar, Tertinggal (Anagram, 2020) dan Principia Logica (Gang Kabel, 2022) dan Penyair sebagai Mesin (Gang Kabel, 2023).

Yusi Avianto Pareanom
Yusi Avianto Pareanom
Author · 5 books
Lulusan Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pernah bekerja sebagai wartawan di majalah Forum Keadilan dan Tempo. Saat ini berkhidmat di Penerbit Banana. Selain menulis fiksi dan nonfiksi, ia juga menerjemahkan dan menyunting karya-karya penulis asing. Ia terlibat dalam karya kerjasama novel grafis Ekspedisi Kapal Borobudur: Jalur Kayu Manis dan Eendaagsche Exprestreinen.
Eka Kurniawan
Eka Kurniawan
Author · 21 books

Eka Kurniawan was born in Tasikmalaya in 1975 and completed his studies in the Faculty of Philosophy at Gadjah Mada University. He has been described as the “brightest meteorite” in Indonesia’s new literary firmament, the author of two remarkable novels which have brought comparisons to Salman Rushdie, Gabriel García Márquez and Mark Twain; the English translations of these novels were both published in 2015—Man Tiger by Verso Books, and Beauty is a Wound by New Directions in North America and Text Publishing in Australia. Kurniawan has also written movie scripts, a graphic novel, essays on literature and two collections of short stories. He currently resides in Jakarta. Eka Kurniawan, seorang penulis sekaligus desainer grafis. Menyelesaikan studi dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Karyanya yang sudah terbit adalah empat novel: Cantik itu Luka (2002), Lelaki Harimau (2004), Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (2014), dan O (2016); empat kumpulan cerita pendek: Corat-coret di Toilet (2000), Gelak Sedih (2005), Cinta Tak Ada Mati (2005), dan Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi (2015); serta satu karya non fiksi: Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis (1999).

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved