Margins
Manusia Sepi Tempatnya Di Bulan book cover
Manusia Sepi Tempatnya Di Bulan
2018
First Published
3.27
Average Rating
193
Number of Pages

Yang sedang melambai-lambai dari seberang jalan adalah kakak sulungku, dia tidak madi sejak semalam dan mungkin juga hari-hari sebelumnya, bau tubuhnya amatlah hamis, semakin menghampiri kambing. Adik bongsuku, Kuki, yang sedang memegang erat tanganku, khuatir teramat jika kakaknya, bila-bila masa sahaja boleh berubah menjadi seekor kambing. (Kakak Kami Kambing) Saya rasa kelakar bila Amin kata dia sakit kepala namun turut bersimpati kerana bila kita dilanda sakit yang sebegitu pada semuda ini, kita selalunya tak hidup lama. (Sakit Kepala) "Keturunan aku tiada pentidur, tak ada satu pun dari keluarga kita yang mengatur hidupnya macam resmi penguin; jantan menjaga telur, betina mencari makan!" (1997: Bau Tangan Ibu) Di dalam koleksi cerita ini, Anas Mohd ialah pemandu bas yang tersesat jalan dan dia tak peduli. Dia hanya peduli tentang penumpang-penumpangnya yang terbentuk daripada pelbagai karakter. Sepi, tersisih, oportunis, repulsif, canggung dan naif. Anas memberikan kita cerita-cerita mereka dengan bahasanya yang mudah, lucu dan tak terduga.

Avg Rating
3.27
Number of Ratings
33
5 STARS
9%
4 STARS
36%
3 STARS
30%
2 STARS
21%
1 STARS
3%
goodreads

Author

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved