Margins
Materialisme Dialektis book cover
Materialisme Dialektis
Kajian tentang Marxisme dan Filsafat Kontemporer
2012
First Published
4.14
Average Rating
378
Number of Pages

Keterangan dari sampul belakang: Filsafat kontemporer tengah dilanda krisis. Hegemoni pascamodernisme selama nyaris setengah abad kian memudar hari-hari ini. Ungkapan-ungkapan seperti ‘tak ada sesuatupun di luar teks’, ‘realitas hanyalah efek diskursus’, ‘kebenaran hanyalah perkara kekuasaan’ dan ‘pengutamaan pada Sang Liyan’ yang dulu diterima hampir setiap orang tanpa dipertanyakan, kini mulai kehilangan daya analitiknya. Orang mulai letih dengan repetisi frase-frase semacam itu dan mulai mempertanyakan kembali segala yang dulu diyakini begitu saja sebagai ‘iman pascamodern’. Muncul filsuf-filsuf seperti Alain Badiou, Slavoj Žižek dan Quentin Meillassoux yang menggugat dogma-dogma dasar filsafat pascamodern. Badai perdebatanpun mengiringi proses tumbangnya hegemoni pascamodern. Buku ini hadir tidak untuk meratapi tumbangnya hegemoni setengah abad itu, melainkan untuk memahami mengapa keruntuhan ini tak terelakkan. Sebagai sebuah karya polemik, buku ini memuat kritik sistematik atas filsafat kontemporer dalam berbagai variannya, mulai dari dekonstruksionisme Derrida, fenomenologi Husserl, pascamarxisme Laclau-Mouffe dan otonomisme Negri-Hardt. Kita akan mempelajari bagaimana filsafat kontemporer mengandung kontradiksi yang tak terpecahkan olehnya sendiri. Kontradiksi itu menunjukkan kebuntuan pascamodernisme sekaligus kemestian bagi pelampauannya. Buku ini berargumen bahwa materialisme dialektis adalah satu-satunya solusi logis atas kontradiksi internal filsafat kontemporer. Pelampauan atas krisis filsafat kontemporer hanya dimungkinkan melalui rehabilitasi materialisme dialektis atau filsafat Marxisme. Dengan demikian, terbukalah suatu zaman baru dalam sejarah filsafat kontemporer. Lewat pembongkaran kekeliruan cara berpikir yang melanda kaum intelektual dan aktivis gerakan sosial selama musim pascamodern, buku ini mencoba membangun paradigma dimana kebenaran objektif dan politik emansipatoris justru saling mengandaikan.

Avg Rating
4.14
Number of Ratings
49
5 STARS
45%
4 STARS
33%
3 STARS
16%
2 STARS
4%
1 STARS
2%
goodreads

Author

Martin Suryajaya
Martin Suryajaya
Author · 4 books

Martin Suryajaya meraih gelar doktor di bidang filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Sehari-hari ia bekerja sebagai pengajar pada Sekolah Pascasarjana, Institut Kesenian Jakarta dan konsultan kebijakan di Direktorat Jenderal Kebudayaan. Ia juga aktif sebagai youtuber yang menyiarkan pandangan-pandangan tentang filsafat, sastra dan isu-isu kebudayaan dengan penyampaian yang populer. Beberapa bukunya antara lain Sejarah Estetika (Gang Kabel, 2016) yang memenangkan penghargaan Best Art Publication dari Art Stage 2017 dan novel Kiat Sukses Hancur Lebur (Banana, 2016) yang memenangkan Penghargaan Sastra Badan Bahasa 2018 serta menjadi Novel Pilihan Majalah Tempo 2016. Beberapa karya terbarunya adalah buku puisi Terdepan, Terluar, Tertinggal (Anagram, 2020) dan Principia Logica (Gang Kabel, 2022) dan Penyair sebagai Mesin (Gang Kabel, 2023).

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved