Margins
Mawar, Bukan Nama Sebenarnya book cover
Mawar, Bukan Nama Sebenarnya
2025
First Published
4.80
Average Rating
232
Number of Pages

Orang-orang menyebutku Mawar, tentu bukan namaku sebenarnya. Tapi, aku sendiri sudah lupa kapan terakhir kali ada yang peduli soal nama asliku. Usiaku masih remaja waktu pertama kali dikawinkan, melahirkan, lalu masuk ke dunia yang tak pernah kupilih—prostitusi berkedok kawin kontrak. Ya, hidupku bukan tentang mimpi-mimpi indah para remaja, melainkan tentang pilihan, yang bahkan aku sendiri tak pernah memilikinya. Aku pikir aku sudah terbiasa. Sudah cukup kuat. Sampai akhirnya, maut nyaris merenggutku. Ketika akhirnya aku melawan, aku malah ditangkap. Dianggap pelaku, bukan korban. Mereka pikir aku akan diam saja? Ini tentang bertahan hidup di dunia yang tidak memberi ruang bagi perempuan sepertiku. Tentang mencari celah di antara kekerasan, kemunafikan, dan harapan-harapan yang seringnya hanya omong kosong. Kalau dunia sudah kelewat berengsek, perempuan macam aku bukannya cuma punya dua pilihan: menyerah atau melawan habis-habisan.

Avg Rating
4.80
Number of Ratings
5
5 STARS
80%
4 STARS
20%
3 STARS
0%
2 STARS
0%
1 STARS
0%
goodreads

Author

Dian Purnomo
Dian Purnomo
Author · 7 books

Terlahir dengan nama Dian Yuliasri di Salatiga tanggal 19 Juli 1976, Dian mulai menulis dengan serius sejak SMA. Mantan pekerja radio yang dibesarkan oleh grup Prambors dan FeMale radio ini, telah menulis 10 novel dan antologi cerita pendek. Belajar tentang kriminologi khususnya perlindungan anak membuatnya banyak merenung kembali tentang karya. Mengerjakan isu-isu sosial dari mulai perempuan dan anak yang dipenjarakan di Puska PA dan Kriminologi UI, kekerasan berbasis gender di Rutgers WPF Indonesia, pneumonia pada anak, disabilitas dan anak-anak yang tinggal di panti asuhan ketika di Save the Children, migrasi aman, kesehatan seksual reproduksi dan lingkungan di OnTrack Media Indonesia membuatnya banyak belajar dan mengubah tema-tema karyanya. Setelah vakum menulis selama enam tahun, dia akhirnya menemukan warna baru tema-tema karyanya. Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam menandai metamorfosanya. Novel yang ditulis setelah mendapatkan grant Residensi Penulis Indonesia 2019 selama enam minggu tinggal di Sumba tentang kawin tangkap ini, menandai perjuangannya dalam bentuk novel.

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved