
Aditya Janu Soemarsono selalu menganggap Hafizah Chairumi sebagai perempuan yang menarik sejak pertama kali ia melihatnya duduk di kantin fakultasnya, terlebih saat mereka berada di satu kelompok program volunteer yang diadakan di kampus mereka. Namun pemikiran itu hanya bertengger di kepalanya tanpa berani ia utarakan meski perempuan itu kerap kali berdiri di hadapannya. Dua tahun berlalu begitu saja ketika mereka dipertemukan kembali dalam suatu pertemuan sederhana. Pertemuan sederhana itu kemudian berujung pada satu malam yang mengubah hidup keduanya. Membuat Janu tidak lagi menemukan alasan untuk melepas Rumi barang satu hari pun dan membuat Rumi kembali mempertanyakan tentang apa yang menjadi prinsip hidupnya selama ini. Katanya, satu malam dapat mengubah segalanya. Namun segalanya adalah kata yang bermakna luas, bisa berarti baik, juga buruk.