"Dalam buku ini, Rifai memaparkan pengalamannya saat bersinggungan dengan dunia arsitektur dan hunian dengan cara sangat ringan dan “murah”. Melalui pengamatan dan perjalanannya, Rifai seakan ingin menyebarkan pesan bahwa orang kere pun berhak membicarakan rumah. Ia seakan membawa angin bahwa arsitektur bukanlah monopoli orang-orang kaya, bahwa perkara rancang bangun rumah juga bisa dibahas oleh orang-orang berbajet mini dan menyedihkan." - Agus Mulyadi "Buku ini memperlihatkan secara gamblang, pembicaraan di kalangan arsitektur berbeda dengan kebutuhan dan pengenalan masyarakat terhadap ruang. Ini asik sekali. Ideologi atau manifesto dipertemukan dengan kebutuhan nyata. Dan, bertemulah mereka dalam satu ruang yang sama: kegelisahan." - Yu Sing