Cerita-cerita dalam buku ini mengisahkan orang-orang yang hanya sanggup mengakali pikirannya sendiri untuk keluar dari keadaan yang menyebalkan. Itulah kenapa cerita-cerita dalam buku ini berakhir seperti belum selesai. Pembaca bisa menemukan tokoh yang menganggap kekhawatiran istrinya akan kematian sebagai usaha meminta perhatian semata, hingga seseorang yang merawat ingatan tentang perempuan yang pernah ditemuinya lewat imajinasi terhadap tata letak kamar hotel yang seragam. Semuanya dikemas dalam bentuk berbeda, bisa seperti catatan pengantar album kompilasi, pseudo-memoir, sampai jebakan metafiksi, sehingga pembaca akan diajak bermain-main dan dibohongi sekaligus.