
Part of Series
Untuk membangkitkan kesadaran berbangsa, Hatta berusaha meningkatkan tiga hal pokok pemikirannya di masa jajahan Belanda, yakni 1. Persatuan Indonesia; 2. Kebersamaan dalam masyarakat, dan 3. Kepercayaan pada diri sendiri. Persatuan Indonesia senantiasa Hatta ingatkan dalam merujuk kepada perjuangan pergerakan nasional dari zaman Budi Utomo dan Sarekat Islam. Ia juga mengingatkan Sumpah Pemuda tahun 1928. Ia menyebut pula daerah Boven Digoel, tempat buangan orang-orang pergerakan. Kebersamaan dalam masyarakat dipertentangkannya dengan sifat individualisme yang berasal dari Barat, yang mengutamakan orang-seorang. Sifat individualisme ini diharapkannya dapat lenyap karena pengaruhnya masih terbatas pada kota-kota saja, dan pada lapisan kecil masyarakat. Sifat ini menurut Hatta berlawanan dengan sifat asli kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasar tolong-menolohg dan mengutamakan kehidupan bersama dalam usaha ekonomi, hal ini hendaknya tecermin dalam koperasi.
