Margins
Margins
Sign in
Margins
Subscribe to our newsletter
548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
hello@margins.app
·
+1 (650) 223-5283
Privacy Policy
·
Terms of Use
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved
Monik
Monik
Series · 2 books · 1976-1978
By
Marga T.
Books in series
#1
Gema Sebuah Hati
1976
Dalam kekalutan menjelang perebutan kekuasaan, Monik dengan teman-temannya di Fakultas Kedokteran Res Publica ikut pula merasakan tekanan serta ketegangan di Kampus, yang sudah dikuasai sepenuhnya oleh golongan mahasiswa yang condong ke kiri. Dalam gejolak masa tersebut, Monik masih harus menghadapi gejolak dirinya sendiri. Dia harus menetapkan siapa yang akan dipilihnya. Martin atau Steve. Steve yang pandai bergaul ternyata lebih menyita hatinya dan dia berusaha tetap setia di tengah banyak godaan. Namun, suatu saat dia melihat kecurangan Steve. Hatinya amat kecewa. Monik menyadari kini siapa sebenarnya yang selama itu dicintainya. Namun sudah terlambat! Martin sudah pergi. Dan Monik ditinggalkan untuk menyesali kebodohan serta kebutaannya. Monik kehilangan jiwa buat selamanya. Hatinya seakan bergema sepanjang masa. Dimanakah Martin? Dimanakah jiwanya kini berada? Martin, aku akan selalu mencintaimu betapapun dahsyatnya ombak kehidupan mencoba menghampaskan hatiku ke atasa karang-karang godaan yang tajam. Dimanakah engkau?! Tidakkah kaudengar gema keputusasaan hatiku?! Tidakkah kau sudi kembali?! Namun Martin tidak bisa lagi mendengar gema hatinya. Dia tak mungkin kembali...
#2
Setangkai Edelweiss
1978
Tujuh tahun setelah perpisahannya dengan Martin, Monik terdampar di Eropa, tersesat ke dalam rimba belantara cinta Pierre Jouvray. Sesaat dia terlena, ingin melupakan dan menerima. Namun kenangan masa lalu senantiasa menyergapnya, terutama di saat-saat hening. Martin tidak bisa dilupakannya. Tapi Pierre tidak kenal putus asa. Dia terus-menerus melancarkan serangan gencar, membuat hati Monik guncang dan ragu. Lambat dan laun dia menginsafi bahwa masa lalu takkan mungkin dihidupkan lagi. Yang sudah terkubur, biarkanlah istirahat dengan tenang. Hidup masa datang yang mesti dibinanya, bukan dibiarkan terkubur hancur menjadi santapan cacing-cacing penyesalan yang meroyak kedamaian pikiran... Namun hatinya yang keras kepala tak gampang menyerah. Selalu dan selalu di dalam hati namanya masih bergema. Walau sudah sayup dimakan hari dan bulan, dia bergetar ragu mencoba hidup kembali. Martin!
Author
Marga T.
Author · 15 books