
Muhammad Faizar adalah santri kelahiran Banyumas tahun 1991. Mulai mengenal ruqyah saat kelas 2 SMPIT Al-Irsyad Al-Islamiyah Purwokerto tahun 2005, guru pertamanya adalah ustadz Cipta, peruqyah Ponorogo. Setelah lulus dari SMPIT, Muhammad Faizar meneruskan belajarnya di Pondok Modern Darussalam Gonton 2007-2010. Di Gontor Muhammad Faizar mulai memperdalam ilmu ruqyah kepada al-ustadz Lutfi Andriansa (Alumni Gontor 2006) dan al-ustadz Sadu Suud (Alumni Gontor 1982). Setelah lulus dan selesai mengabdi di Gontor, Muhammad Faizar meneruskan belajar ruqyah kepada Al-Ustadz Arif Rahman Hakim (Alumni Gontor 1985) di Sidoarjo, Jawa Timur. Dari beliau, Muhammad Faizar paling banyak mendapatkan derasan ilmu ruyah beserta prakteknya. Saat ustadz Arif wafat, Muhammad Faizar kembali menuntut ilmu ruqyah kepada Al-Ustadz Musa Sungkar yang menjadi sahabat sekaligus guru ustadz Arif. Muhammad Faizar melanjutkan studinya di Universitas Al-Azhar Kairo. Di sana dia ber-mulazamah kepada syaikh Musthafa Al-'Adawi di desa Minyyat Samannud, Mesir untuk memperdalam ilmu hadits, tauhid, dan tafsir. Motivasi utamanya ke Mesir adalah menuntut ilmu pengobatan dengan para pakar ruqyah. Alhamdulillah, Muhammad Faizar sempat belajar ruqyah di tempat syaikh Wahid Abdussalam Bali dan langsung melihat praktek ruyah yang dilaksanakan rekan beliau, syaikh Muhammad Nuhas.