Margins
Nyonya Perca book cover
Nyonya Perca
2008
First Published
3.73
Average Rating
200
Number of Pages

Malam tak pernah mati di tempat itu. Gelap itu seutuhnya di dalam sarcofagusku. Aku dengar dengkur di luar batu belahku yang mulai membuka perlahan seperti kerang mutiara. Rembulan bulat ganjil memantulkan cahaya putih yang tak berguna bagi penerangan, tetapi jauh lebih baik daripada tadi. Makhluk itu berbaring disana. Makhluk itu tak tampak seperti sebentuk makhluk. Ia tampak seperti seonggok potongan kain perca sampah yang dekil! Aku keluar pelan-pelan, lalu lari sekencang-kencangnya. Cahaya dari kejauhan itu mulai mendekat saat kudengar raung amarah dari suara yang kini tak asing buat telingaku. *** Berikan setumpuk kertas ke Jia, maka ia akan langsung menulis cerita dengan ide-ide cemerlang yang tidak biasa, dengan cara penuturan yang begitu deskriptif. Cobalah membaca 'Perkara Mengirim Senja' dan 'Nyonya Perca', endingnya sungguh tak terduga. Mengirim sinyal "wow" di otak saya. Coba saja membaca semuanya, anda pasti akan mengerti. — gina tasya, sekretaris, blogger iseng, pengrajin musiman – 10.000 orang pernah punya impian selagi mereka kanak-kanak 1.000 orang menyimpan impian tersebut dengan rapi di relung-relung hati mereka hingga dewasa 100 orang memutuskan untuk mengejar impiannya 10 orang akhirnya berhasil membuat impian tersebut jadi nyata dan mungkin hanya 1 orang yang dapat menginspirasikan orang lain untuk terus mengejar impian mereka dengan caranya sendiri. Jia Effendie adalah 1 orang tersebut bagi saya. - syanthy c. salim, lawyer, a thinker, a life writer, a fulltime dreamer - Kalau dalam kehidupan nyata orang sering dipermainkan realitas, Jia justru mempermainkan realitas dalam cerpen-cerpennya. Selain cerita-cerita percintaan yang (sering) lucu, ada bau-bau “dark fantasy”, ‘surrealis’, bahkan supernatural, tapi tetap saja tersajikan dengan gaya chiklit. - slamet widodo, pembaca buku, pekerja televisi - Cerita-cerita pendek karya Jia ini begitu menggoda untuk dinikmati. Kesegaran yang mencerminkan kemudaan penulisanya, jalinan kalimat yang mengalir tajam dan memikat, serta kejutan-kejutan kecil yang senantiasa menanti di setiap akhir ceritanya menjanjikan sebuah petualangan membaca yang menyenangkan. -berliani m. nugrahani, penerjemah The Kite Runner dan Middlesex- Jia, seorang yang hampir saja Gemini, bertutur dalam berbagai bentuk dan fantasi. Menyandang black belt dalam autis, membuat Jia mampu berkelana dari skenario satu ke lainnya secara simultan. Ibarat klorofil yang memerlukan matahari, Jia butuh menulis. Persis seperti yang terungkap dalam cerpennya ketika diminta berhenti menulis, ”Nggak bisa, aku bisa mati!” -ahmad ulya, gemini yang (tentu saja) tulen, Presiden Direktur voltras travel-

Avg Rating
3.73
Number of Ratings
11
5 STARS
9%
4 STARS
64%
3 STARS
18%
2 STARS
9%
1 STARS
0%
goodreads

Author

Jia Effendie
Jia Effendie
Author · 9 books

Jia Effendie lahir di Garut tanggal 21 Juni. Senang menulis fiksi sejak SMP. Cerpen pertamanya yang dimuat adalah “Fla Je’t Aime” di majalah Aneka Yess! tahun 1999. Sejak itu, karya cerpen dan puisinya dimuat di berbagai media nasional dan lokal di Indonesia. Pada tahun 2008, Jia menerbitkan kumpulan cerpen Nyonya Perca. Tahun 2010, cerpennya yang berjudul Mera Berbie terpilih menjadi salah satu cerita yang dijadikan FTV dalam rangka ulang tahun SCTV yang kedua puluh: Sinema 20 Wajah Indonesia dengan judul Susuk Barbie. Kumpulan cerpen keduanya, Ya Lyublyu Tebya, terbit bulan Oktober 2010. Buku Jia yang lain adalah Menuai Sajak di Kebun Raya Bersama Sapardi Djoko Damono (2011), Empat Elemen (2011), Kaki Mimpi (2011), Cerita Sahabat (Gramedia Pustaka Utama, 2011), Perkara Mengirim Senja (Penerbit Serambi, 2012), dan Cerita Sahabat 2: Asmara Dini Hari (Gramedia Pustaka Utama, 2012), Singgah (Gramedia Pustaka Utama, 2013), Glenn Fredly 20 (Entermedia, 2015), dan After Office Hours (Pastel Books, 2016). http://soundcloud.com/jiaeffendie | http://jiaeffendie.wordpress.com| jiaeffendie@gmail.com

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved