
"Bukan karena romantisme, dan bukan karena pilihan eksotis, melainkan karena rumah mereka di daratan dibakar; nyawa mereka terancam hingga mereka terpaksa menetap di atas air. Seno Gumira Ajidarma mengisahkan hidup para penghuni 'Perahu Cinta' dengan suara halus sekaligus lantang penuh gugatan terhadap gerombolan lelaki munafik yang terus-menerus kepingin merajam mereka. Sebuah novel yang asyik dibaca, penuh adegan sinematik dan karakter unik seperti si pemetik kecapi, si peniup seruling, di gila elektronik, si jago masak...."> LEILA S. CHUDORI, penulis dan wartawan "Bagaimana kalau pelacuran dilepaskan dari citra eksploitatifnya? Bagaimana jika para pelacur memberdayakan diri mereka sendiri, dan justru menjadi merdeka berkarya dengan modal dan keahlian yang selalu diasah? Keputusan para pelacur untuk tidak "menetap", melainkan berada di atas perahu yang selalu berlayar, juga merupakan suatu metafora yang indah bahwa manusia perlu terus bergerak sampai nasib berkata tidak." ANDINA DWIFATMA, penulis novel Lebih Senyap dari Bisikan__
Author

Seno Gumira Ajidarma is a writer, photographer, and also a film critic. He writes short stories, novel, even comic book. He has won numerous national and regional awards as a short-story writer. Also a journalist, he serves as editor of the popular weekly illustrated magazine Jakarta-Jakarta. His piece in this issue is an excerpt from his novel "Jazz, Parfum dan Insiden", published by Yayasan Bentang Budaya in 1996. Mailing-list Seno Gumira fans: http://groups.yahoo.com/group/senogum...