
Ketika langkah kudanya mendekati kaki Pangrango, Pitaloka merasa semakin rapat dengan surga. Wajah Candrabhaga, sang guru kehidupan, terang membayang. Lima tahun lalu, Pitaloka menjadi pemain utama dalam pengkhinatan besar terhadap pewaris ajaran mulia ini. Hari ini, sang putri datang lagi, membawa perintah Raja Sunda. Lenyapkan ajaran mulia atau seribu prajurit Kerajaan Sunda menggilas Padepokan Candrabhaga. Akan tetapi, Pitaloka tidak peduli. Dia datang dengan agenda sendiri. Namun, sebuah konspirasi keji telah menunggunya. Rencana jahat yang mengancam nyawa seluruh penghuni Padepokan Candrabhaga. Apa pun yang harus dikorbankan, Pitaloka bertekad untuk keluar sebagai pemenang. Mencengangkan, membuat kita tak bisa berhenti sampai lembar terakhir. Shahnaz Haque-Ramadhan (artis, presenter) Mendebarkan, misterius, konspiratif, penuh aksi, kolosal, dan romantis. Pitaloka adalah kombinasi yang "mematikan". Slamet Parsono (wartawan koran Seputar Indonesia) Hobi Tasaro mengacak-acak realitas dan membombardirkan "mimpi-mimpinya" sebagai realitas baru terpeta cantik dalam novel ini. F.S. Kandai (Wartawan Jawa Pos Grup)