
Bagi Belinda, ulang tahun itu mengerikan. Apalagi ulang tahunnya yang ke-25. Di saat orang lain merasa sukses dengan pekerjaan yang menjanjikan, memiliki pasangan, punya tujuan hidup yang jelas, Belinda malah merasa tidak punya apa-apa. Singkatnya, a loser. Tapi saat Jay, mantan kekasihnya, kembali dalam kehidupannya, Belinda belajar bahwa ia harus berani menghadapi dunia—termasuk semua ketakutannya. "...Penulis satu ini justru berangkat dari isu ketidakcantikan, yang terbukti bisa melahirkan novel Quarter Life Fear. Bukan dongeng yang ber-setting istana megah, memang, melainkan 'istana kecil' yang ada di keseharian seorang Belinda. Keseharian kita juga, tentunya." —Jujur Prananto