
Ini kisah tentang rumah, tempat yang mengizinkanmu untuk gagal berkali-kali. Di sini kau boleh lelah, kau boleh mengeluh. Di sini pula kau boleh salah, boleh marah. Bila perjalananmu sudah terlalu jauh dan melelahkan. Pulanglah. Ambil selimut, menangislah. Ambil segelas teh hangat, teguklah. Bila kau sudah cukup kuat, kau boleh berkelana lagi. Dan rumahmu akan selalu setia menunggu kembali. Meski sesekali, rumah adalah tempat paling tak ramah di Bumi. Sebagai seorang luxury travel planner, pekerjaan Ria adalah berkeliling dunia. Berbagai tempat gemerlap modern, hingga yang terpelosok telah ia kunjungi. Bahkan ke luar angkasa pun sudah. Barang-barang mewah mampu ia beli. Semualah. Namun sejauh bertualang, Ria tak pernah menemukan tempat kembali: rumah. Tak ada alasan untuk pulang. Bagi Ria, rumah adalah tempat kebencian pada ibu dan ayahnya menetap.