
Novel “Kau keterlaluan, Emilly.” “Perbuatanmu sangat tidak pantas.” “Seharusnya kau bisa menahan diri, Emilly.” “Apa kau gila, Emilly?” “Apa kau tidak bisa bersikap lebih sopan, Emilly?” “Kau bengal, Emilly.” “Apa yang ada di kepalamu?” “Aku tidak mau lagi berteman dengan anak nakal sepertimu, Emilly.” “Kau mengerikan, Emilly.” “Orangtuaku tak akan suka aku berteman denganmu, Emilly.” “Kau tak lagi seperti Emilly yang kukenal.” “Mungkin suatu saat kau akan menjadi monster.” “...” “...” Motif saja tidak cukup untuk mendorong seorang bertindak terlalu jauh. Lebih dari sekadar motif, Emilia Ware memiliki awan hitam yang selalu menaunginya ke mana pun. Kompas yang tiba-tiba rusak, alarm yang terus menyala. Sebuah dorongan superkuat, tak tertahankan, tanpa sedikit pun penyesalan. Bukan sekadar pelajaran melainkan cara mengakhiri. Pembubuh titik terakhir dalam sebuah cerita.