Margins
Santai di Tepi Pantai book cover
Santai di Tepi Pantai
2016
First Published
4.15
Average Rating
216
Number of Pages
Melepas botol sajak ke laut seakan meringankan beban pundak mereka bertiga. Kursi-kursi lipat ditegakkan kembali, dan Tonto menyalak dengan semangat. Matahari masih belum hilang, kehidupan belum berbalik menuju klimaks. Angin sore berembus menerpa wajah-wajah kuyu yang lelah. Sekadar menelonjorkan tubuh...santai di tepi pantai lalu merawat kenangan mereka akan Dali yang kini tiada. bakal jadi oase di dalam hidup sialan begini. Kersik pasir ketika diseret air laut, seperti semua pantai yang ada di dunia; selalu berbunyi sama. Namun kali ini berbeda. Seperti ada kata-kata lain dari Dali, mewakili bebunyian pasir itu. Mereka bertiga merasakan hal yang sama. Riwayat hidup Dali yang tenggelam dalam ekstase kata-kata tanpa kemenangan cinta, seperti kepalsuan khidmat sebuah patung yang minta dipandang melulu. Mereka mengambil berkah: bahwa patah hati akan membuat seseorang jatuh terjerumus dalam lembah hitam dimana seseorang itu hanya bisa bangkit jika dia menganggap segalanya enteng. Dali lain. Ia menganggap serius semuanya. Ia menganggap perkataan wanita yang menolak cintanya seperti hukuman untuk raja Corinth dan memanggul batu-batu nestapa dari tahun ke tahun hingga mati mendatanginya. “Seharusnya dulu kubawa Dali ke pantai sesering mungkin. Sialan!” kata Sadam dalam hati.
Avg Rating
4.15
Number of Ratings
143
5 STARS
35%
4 STARS
48%
3 STARS
15%
2 STARS
2%
1 STARS
0%
goodreads

Author

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved