
Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu sering dianggap sebagai ilmu kuno rahasia yang tak boleh diajarkan secara bebas. Namun, penulis buku ini mengajak sebanyak mungkin orang untuk mempelajarinya atas dasar kesadaran bahwa leluhur Nusantara justru mampu mencapai puncak kejayaan ketika mereka menguasai Sastrajendra. Diwedarkan Resi Wisrawa kepada Dewi Sukesi ribuan tahun silam, Sastrajendra adalah puncak ajaran spiritual yang menyingkap rahasia jiwa dan jagat raya sekaligus cara untuk menyempurnakan jiwa hingga mampu kembali kepada Sangkan Paraning Dumadi (Tuhan). Hanya penguasa Sastrajendra yang sanggup hamemayu hayuning bawana ambrasta dur angkara (memperindah jagat raya dan memberantas angkara murka) sebagaimana wejangan Eyang Semar, pamomong tanah Jawa. Namun demikian, Sastrajendra hanya bisa dikuasai oleh pribadi yang bertekad untuk meruwat jiwa-raganya dari diyu (watak angkara murka) dan terhubung dengan Guru Sejati atau Sang Dewa Ruci di pusat hati. Ketika seseorang telah terhubung dengan Guru Sejati, ia akan mampu mendayagunakan rasa sejati hingga memiliki kuasa untuk memulihkan Ibu Pertiwi yang tengah terluka oleh anak-anaknya sendiri.