
Seberapa Indie
2025
First Published
4.13
Average Rating
229
Number of Pages
Puisi Indonesia modern telah sekian lama terpisah dari budaya lisan, dan sekaligus terpisah dan bahasa ibu. Puisi Indonesia sudah terbiasa didefinisikan sebagai puisi berbasis bahasa Indonesia, dan karena itu terasing dari bagaimana bahasa sebenarnya hidup dalam masyarakat penuturnya. Eksperimen seperti yang dilakukan Hamzah Muhammad merupakan agenda hari esok sastra Indonesia, walau belum pasti bisa menjawab soal keterasingan sastra Indonesia di tengah masyarakat yang sesungguhnya masih hidup dan ditopang budaya lisan. Membaca sebagai tindakan untuk menerima bahasa tulisan, merupakan masalah rumit yang hingga kini belum terpecahkan oleh sistem pendidikan yang kita jalankan
Avg Rating
4.13
Number of Ratings
16
5 STARS
31%
4 STARS
56%
3 STARS
6%
2 STARS
6%
1 STARS
0%
goodreads
Authors

Afrizal Malna
Author · 14 books
Pendidikan akhir Sekolah Tinggi Filsafat Dri-yarkara (tidak selesai). Buku yang pernah terbit:
- Abad Yang Berlari, 1984 (mendapat penghargaan Hadiah Buku Sastra Dewan Kesenian Jakarta, 1984)
- Yang Berdiam Dalam Mikropon, 1990;
- Arsitektur Hujan, 1995 (mendapat penghargaan dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebu-dayaan RI, 1996).
- Biography of Reading, 1995.
- Kalung dari Teman
- Museum Penghancur Dokumen, 2013 Karya yang terbit dalam antologi bersama:
- Perdebatan Sastra Kontekstual (Ariel Heryanto, 1986);
- Tonggak Puisi Indonesia Modern 4 (Linus Suryadi, 1987);
- Cerpen-cerpen Nusantara Mutakhir (Suratman Markasan, Kuala Lumpur, 1991);
- Dinamika Budaya dan Politik (Fauzie Ridjal, 1991);
- Traum der Freiheit Indonesien 50 jahre nach der Unabhangigkeit (Hendra Pasuhuk & Edith Koesoemawiria, Köln, 1995).
- Ketika Warna Ketika Kata (Taufiq Ismail, et.all, 1995);
- Pistol Perdamaian
- Cerpen Pilihan Kompas 1996;
- dalam Frontiers of World Literature (Iwanami Shoten, Publishers, Tokyo, 1997)
- dalam bahasa Jepang; jurnal Cornell University (Indonesia, Ithaca, Oktober, 1996);
- dan Anjing-anjing Memburu Kuburan, Cerpen Pilihan Kompas 1997. Penghargaan lain yang pernah diperoleh:
- Kincir Perunggu untuk naskah monolog dari Radio Neder-land Wereldomroep, 1981.
- Republika Award untuk esei dalam Senimania Republika harian Republika, 1994.
- Dan esei majalah Sastra Horison, 1997.