
Jemu dengan kumpulan cerpen yang melulu soal cinta? Kisah heroik “si baik dan si jahat” penuh pesan moral ala abad ke-18 tidak lagi menarik? Jika ya, jangan ragu untuk membaca kumpulan cerpen ketiga Maggie Tiojakin yang berjudul Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa ini. Setelah menelurkan dua kumpulan cerpen berjudul Homecoming dan Balada Ching-Ching serta sebuah novel Winter Dreams, dia kembali merangkum kumpulan cerpen Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa. Sebelumnya, koleksi cerpen Maggie lebih menyoroti situasi biasa yang kerap kali terjadi. Kali ini dia menyodorkan sekelumit pengalaman asing, mulai dari peliknya situasi di tengah peperangan hingga perjuangan sekelompok astronaut yang terdampar di Merkurius. Walau demikian, empat belas cerpen bertema absurd yang berangkat dari konsep sederhana ini terasa hidup karena dibangun lewat riset intens. Konten: 1. Tak Ada Badai di Taman Eden 2. Kristallnacht 3. Lompat Indah 4. Fatima 5. Panduan Umum Bagi Pendaki Hutan Liar 6. Kota Abu-Abu 7. dies irae, dies illa 8. Saksi Mata 9. Labirin yang Melingkar-lingkar dalam Sangkar 10. Ro-Kok 11. Dia, Pemberani 12. Suatu Saat Kita Ingat Hari Ini 13. Jam Kerja 14. Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa
Author

Maggie Tiojakin adalah seorang jurnalis, copywriter, dan penulis fiksi pendek. Karyanya telah dimuat di The Jakarta Post Weekender, Asian News Network (ANN), The Boston Globe, Brunei Times, Writers’ Journal, Voices, La Petite Zine, Femina, Kompas, Eastown Fiction, Somerville News, etc. Buku kumpulan cerpen pertamanya, berjudul Homecoming (and other stories) diterbitkan di tahun 2006 oleh Mathe Publications. Dia juga telah menerjemahkan dan mengadaptasi: buku karya Jason F. Wright yang berjudul Wednesday’s Letters (Surat Cinta Hari Rabu); Sugar Queen karya Sarah Addison Allen; serta mengadaptasi dari film-ke-buku Claudia/Jasmine berdasarkan skrip karya Awi Suryadi. Keduanya diterbitkan Gagas Media (2008/2009). Saat ini, Maggie tengah menerjemahkan buku karya Sarah Addison Allen yang berjudul Garden Spells. Buku kumpulan cerpen ke-duanya, berjudul Balada Ching-Ching, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, kini telah hadir di toko buku. Di waktu luangnya, Maggie mengelola sebuah situs gratis yang menghadirkan cerpen klasik karya pengarang dunia baik yang sudah ternama maupun belum dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia untuk asupan masyarakat luas. Situs ini dinamakan Fiksi Lotus.