
Di usianya yang masih sangat muda, Maharani harus berperan sebagai Papa sekaligus Mama bagi kedua adiknya, Satrio dan Dewina, karena kedua orang tua mereka telah meninggal dunia. Keputusan dan keberaniannya menolak tinggal bersama keluarga Om Agil membuat Maharani harus banyak berkorban. Tetap sekolah, menjaga 2 adik, mengurus rumah dengan segala persoalannya adalah hal yang tidak mudah. Maharani harus menghadapi Senopati, 'pembunuh' Papa yang justru sangat disayangi Satrio dan Dewina. Maharani harus menentukan sikap, ketika Rocky teman sekelas dan sahabat baiknya mengutarakan cintanya. Haruskah mengkhianati persahabatan? Lalu ada Margen, saudara sepupu yang memeras harta warisan Maharani dengan alasan balas budi. Kegilaan yang sulit untuk ditolak! Di usianya yang muda, Maharani dihadapkan pada dua pilihan yang sulit; Memikul beban berat sendirian, atau melepas masa remaja untuk menerima laki-laki sebagai pendamping hidupnya. Tak lain adalah Senopati, orang yang menyebabkan Maharani kehilangan Papa.