
Bebas Berbuat Semaunya. Orangtua Dilarang Masuk. Bebas Bersenang-senang. Selamat datang di Taman Tanpa Aturan, taman bermain yang dibuat untuk menanggapi keyakinan orang-orang dewasa bahwa bila tidak diatur, anak- anak akan berubah menjadi monster yang mengerikan. Benarkah? Lewat cerita-cerita mininya, Noor H. Dee membawa kita ke dunia main-main dan penuh warna dalam pikiran dan kegiatan anak-anak, sambil menyentil orang-orang dewasa yang telah berubah menjadi kaku dan menjemukan.
Author

Noor H. Dee lahir di Depok, Maret 1982. Selama tujuh tahun ia pernah bekerja sebagai pemasak di hotel dan restoran. Selain hobi menulis, ia juga hobi tidur dan bermain musik. Ia aktif di komunitas Brigade Lawan Arus, pernah mendirikan Perpustakaan Jalanan di pinggir jalan Margonda Depok, redaktur media gratisan Jurnal Omong Kosong, dan ia juga pernah menjabat sebagai ketua FLP Depok, tetapi mengundurkan diri lantaran selalu merasa tidak percaya diri setiap kali berbicara di depan banyak Orang. Buku pertamanya berjudul Sepasang Mata untuk Cinta yang Buta (terbitan Lingkar Pena Publishing House). Cerita pendeknya yang berjudul Mengejar Kupu-Kupu dimuat di dalam buku antologi cerpen yang berjudul Kupu-Kupu dan Tambuli (terbitan Dewan Kesenian Jakarta), dan cerpennya yang berjudul Orang-Orang Terowongan juga dimuat di dalam buku antologi kasih untuk Palestina, judul bukunya Gadis Kota Jerash (terbitan Lingkar Pena Publishing House). Selain bekerja sebagai editor picisan di sebuah penerbitan, ia juga mengurus situs www.sipenulis.com (media sosial untuk pencinta literasi) . Igauannya dapat dibaca di www.noorhdee.tumblr.com. Kini ia tinggal di Depok.