Margins
Margins
548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
hello@margins.app
·
+1 (650) 223-5283
Privacy Policy
·
Terms of Use
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved
Tetralogi Dangdut
Tetralogi Dangdut
Series · 4 books · 2007-2017
By
Putu Wijaya
Books in series
#1
Dangdut
2017
Hidup Nora berubah total setelah secara tak sengaja melihat Mala kencing di rerumpun bunga. Pun demikian halnya dengan Mala. Kariernya sebagai pimpinan redaksi di sebuah media massa terkemuka juga berubah drastis sejak kejadian itu. Kisah keduanya memang mirip lagu dangdut yang terkesan murahan, tetapi ternyata tak sesederhana itu. Ada lapis-lapis kejadian yang menjadikan peristiwa sepele itu teramat vital. Terdapat skenario politik dan jalur jurnalistik yang tergoyang oleh alunan 'kecelakaan' itu.
#2
Nora
2007
Novel NORA ini adalah bagian pertama tetralogi DANGDUT yang memaparkan sosok Nora yang tidak tertebak. Ia penuh kejutan, tidak terikat oleh apa pun. Tindakannya yang tidak masuk akal tampak seperti pemberontakan yang ngawur, tetapi juga membersitkan kepedihan dan kekosongan. Mala dengan terkaget-kaget, mencoba untuk memahami kehadiran Nora sambil menebak-nebak apa yang sebenarnya yang bersembunyi di balik semua keanehan perempuan itu. Ia tidak terseret, tapi ingin tahu. Ia membiarkan dirinya masuk ke dalam perangkap, dengan harapan akan mampu menaklukan seekor kuda liar. Tetapi, ternyata tidak semudah yang dipikirkannya. Sementara, sebuah konspirasi politik yang sedang merencanakan masa depan Indonesia yang baru, jadi rancu karena ada ambisi-ambisi pribadi mengacaukan. Menyusul sebuah pembunuhan kejam terjadi, tetapi hukum membiarkan saja tidak terbeber tuntas. Korban yang di mutilasi, diterima saja sebagai kekejaman biasa. Dengan keadaan begitu, kebenaran memang bisa diatur. Tak ada yang peduli, karena semua orang sibuk dengan urusannya sendiri.
#3
Mala
2008
Novel tentang Cinta, Pers,Politik, dan persahabatan
#4
Indonesia
2017
Menyandang nama Indonesia bukanlah perkara mudah. Hal ini dialami oleh anak Mala dan Nora. Banyak teror, baik fisik maupun mental yang harus dihadapinya ketika membawa nama ini ke hadapan publik. Indonesia adalah sosok yang kuat dan unik. Jiwa nasionalisnya sudah terpupuk sejak bayi. Ia hanya bisa dininabobokan dengan lagu “Indonesia Raya”. Namun, sanggupkah ia menghadapi dosa warisan dari orang tuanya ketika politik telah menjelma kubu-kubu yang siap memangsanya? Mampukah ia menunaikan cita-cita mulia yang terkandung di namanya?
Author
Putu Wijaya
Author · 40 books