
Fokus hidup Nadine kini cuma satu: menjadi jurnalis hebat seperti Jemmy Liem, senior idolanya. Pekerjaan ayahnya sebagai politikus yang sedang mencalonkan diri sebagai kepala daerah tidak membuat Nadine gentar meskipun dia harus berurusan dengan berbagai intrik politik yang menurutnya menyebalkan. Hidup Nadine semakin rumit ketika bertemu Ben, cinta pertama sekaligus lelaki pertama yang membuatnya patah hati. Ben kini menjadi staf humas salah satu partai politik dan menjadi ketua tim sukses kampanye ayahnya. Kebaikan dan semangat pria itu menarik perhatian Nadine sekali lagi. Namun, bagaimana jika Ben ternyata mendekati Nadine karena memiliki kepentingan politik dengan sang ayah? Bagaimana jika liputan berita mengenai politik kotor yang sedang Nadine kerjakan justru melibatkan ayahnya? Sanggupkah Nadine menata hati dan mengejar impiannya?